Diprediksi Micro dan Local Tourism Akan Populer di Era New Normal
Diprediksi sektor pariwisata menjadi sektor yang mulus untuk bangkit kembali di masa tantanan hidup baru atau new normal. Dengan menjalani protokol kesehatan dengan benar, wisatawan dapat menikmati berwisata ke suatu destinasi. Namun ada pergeseran yang akan dilakukan masyarakat untuk berwisata.
CEO TX Travel Anton Thedi menyebut pergeseran itu, mengarah pada lokasi wisatanya. Di mana, masyarakat akan memilih berwisata yang jaraknya tidak jauh. Ada dua nama yang nanti digandrungi masyarakat yakni micro tourism dan local tourism.
Anton Thedi menjelaskan, untuk mico lebih mengarah ke destinasi wisata yang lokasinya masih berada di dalam kota. “Saya akan pergi dengan kendaraan sendiri ke tempat yang bisa pergi yang dekat-dekat nah ini yang dinamakan Micro dan kalau sudah seperti itu, mulai yang tadinya saya tidak lihat di Ancol ini ada yang namanya pasar seni, saya tau ada pasar seni tetapi hari-hari biasa saya tidak lewat ke situ, cuma lewat saja, tetapi sekarang turun melihat di pasar seni ini ada apa sih, yang jualan ini ada apa sih,” kata Anton saat menjadi pembicara dalam program Indonesia Tourism Forum (ITF) yang ditayangkan EL JOHN TV.
Anton menjelaskan masyarakat nanti akan lebih memperhatikan lokasi wisata yang berada di lingkungannya, karena untuk keamanan dan keselamatan kesehatannya. Destinasi wisata yang letaknya berada di kota pun tak jauh menariknya dengan lokasi wisata yang ada daerah lain. Hal ini dapat menjadi obat rindu bagi masyarakat yang sudah tidak sabar untuk berwisata.
“Micro itu ada di sekeliling kita. Di Jakarta itu ada apa, saya pilih travelingnya, tourismnya ada di Jakarta. Yang tadinya misalnya baru tau ternyata ada gereja portugis misalnya, lalu ada gereja ayam di Pasar Baru yang punya Belanda. Ternyata di daerah Tugu ada keroncong yang dari peninggalan Portugis. Dulu-dulu saya cuma denger dan baca aja. Sekarang saya menjadi tertarik untuk pergi, itu micro,” ujar pengusaha sukses di bidang biro perjalanan ini.
Sementara untuk local, Anton Thedy menyebut lebih ke destinasi di daerah lain namun jaraknya tidak jauh dengan tempat tinggal si wisatawan, seperi dari Jakarta ke Puncak dan sebaliknya. “Bedanya dengan lokal, yang tadinya udah lama ga pergi ke Puncak, sekarang perginya ke Puncak, keluar dari kota sendiri perginya ke lokal. Lokalnya seperti apa, lokalnya misalnya contoh yang konkret Jakarta pergi sampai ke Bandung. Dari Bandung pergi sampai ke Jakarta. Tidak melakukan dari Jakarta pergi ke Medan. Jakarta ke Bali, Jakarta misalnya ke Makassar. Itu nanti akan berkurang, makanya di sini disebutkan growth, pertumbuhan yang besar dari local tourism,” terang Anton Thedi.
Anton Thedi pun berpesan kepada masyarakat yang beriwsata baik ke destinasi yang paling dekat atau lokal, tetap memperhatikan kesehatannya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah.
Seperti diketahui Kemenparekraf sedang menyiapkan protokol kenormalan baru (new normal) di sektor pariwisata untuk diterapkan oleh pelaku bisnis terkait.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengimbau pelaku bisnis sektor pariwisata untuk melakukan penyesuaian yang fokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan untuk bisa bertahan pada masa pandemi Covid-19.
“Kami telah menyiapkan protokol dan saat ini sedang dilakukan harmonisasi dari semua kementerian yang tangani bidang-bidang tertentu untuk nantinya diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Wishnutama.
Dia menambahkan apabila Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan tersebut, pihaknya akan segera mengeluarkan beleid-beleid turunannya. Aturan turunan tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pembuatan panduan berbentuk video maupun buku.
Menurutnya, protokol kenormalan baru perlu diatur agar tidak terjadi tumpang-tindih, baik bagi regulator maupun pelaku wisata. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah meminta agar protokol harus dilaksanakan dengan baik, tidak tergesa-gesa, sehingga nanti saat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari Covid-19.
Wishnutama menilai destinasi yang akan cepat pulih nantinya adalah tempat-tempat yang siap dengan protokol kesehatan tersebut. Kendati demikian, seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif diminta optimistis sektor ini akan mampu bangkit.


