KKP Tingkatkan Daya Saing Komoditas Ikan Hias

0
1595154644

Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak para pelaku usaha dan para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam penguatan daya saing produk ikan hias. Salah satu caranya dengan meningkatkan peran Pusat Pengembangan dan Pemasaran (Raiser) Ikan Hias Cibinong melalui kegiatan pelayanan pengembangan usaha. Selain itu, Raiser Cibinong juga perlu dikembangkan sebagai pusat promosi, pemasaran ikan hias, serta sebagai tempat incubator bisnis UMKM dan kawasan eduwisata ikan hias.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Nilanto Perbowo mengatakan, pihaknya berupaya mengoptimalkan peran Raiser Ikan Hias di Cibinong, Jawa Barat, guna melesatkan potensi ekspor global komoditas tersebut.

Penyelenggaraan atau gelaran kontes ikan hias diskus misalnya, dapat pula menjadi salah satu media promosi untuk meningkatkan kualitas, peminat, dan pemasaran ikan hias. Gelaran tersebut merupakan hasil kerja sama KKP dalam hal ini Ditjen PDSPKP dengan komunitas ikan hias diskus wilayah Cibinong, Bogor dan Depok atau lebih dikenal sebagai komunitas diskus CBD.

“Dengan bertambahnya peminat ikan hias ini akan mendorong permintaan pasar dan menumbuhkan pelaku usaha baru yang pada akhirnyadapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata dia

dikenal memiliki banyak spesies ikan hias, karena tercatat dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang ada di dunia, 400 spesies di antaranya berasal dari Indonesia. Kemudian dari jenis air laut, Indonesia memiliki 650 spesies dan diduga masih banyak lagi spesies ikan hias air laut yang belum ditemukan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren peningkatan perdagangan ikan hias, pada 2012 ekspor ikan hias mencapai US$ 21,01 juta dan pada 2019 mencapai US$ 33,11 juta. Negara utama tujuan ekspor ikan hias Indonesia adalah Tiongkok, AS, Jepang, dan Singapura. Indonesia tercatat sebagai eksportir ikan hias terbesar ketiga di dunia.

Pada bagian lain, KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT) bersama dengan PT XL Axiata Tbk berupaya meningkatkan kapasitas usaha nelayan melalui pemanfaatan teknologi digital pada program pemberdayaan nelayan dan pemberian bantuan modern untuk belajar daring bagi anak nelayan.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan KKP Ridwan Mulyana mengatakan, langkah ini agar usaha nelayan tidak berhenti akibat pandemi Covid-19. Untuk menghadapi dampak ekonomi Covid-19, program pemberdayaan nelayan melalui kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan dan keluarganya dapat menjadi salah satu solusinya.

Beragam inovasi usaha nelayan merupakan bentuk upaya agar para nelayan tidak bergantung pada usaha tunggal menangkap ikan. Pelaksanaan kegiatan itu digelar pada 12- 13 Agustus 2020 di dua lokasi secara bersamaan yaitu di Aula Pertemuan PPN Karangantu, Desa Banten Kota Serang dan Gedung Aula Politeknik AUP Kampus Serang. Kegiatan tersebut berupa sosialisasi, bimbingan teknis, gerai fasilitasi pendanaan, perlindungan nelayan serta aplikasi laut nusantara.

Para nelayan diberikan asistensi pengajuan proposal pendanaan usaha nelayan, pengajuan perlindungan nelayan, penggunaan aplikasi laut nusantara, bimbingan teknis keselamatan dasar di laut, bimbingan teknis pengenalan teknologi penangkapan ikan menggunakan fish finder, bimbingan teknis inovasi pengolahan ikan asin serta praktek pengemasan dan merek dagang dalam peningkatan nilai mutu produk perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *