Saat Rakernas PSMTI ke-18, Gubernur Arinal Paparkan Capaian Lampung di Tengah Pandemi
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan upaya yang lakukan provinsi Lampung untuk mengatasi perekonomian daerah yang lesu akibata pandemi Covid-19.Paparan ini disampaikan Gubernur Arinal saat menyampaikan kata sambutannya pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-18 dan perayaan HUT PSMTI ke-22 yang dilangsung secara daring dari Lampung, Jumat (9/10/2020). Upaya yang dilakukan itu, di antaranya telah disusunnya strategi ketahanan pangan.
Gubernur Arinal menyebut, Lampung telah sukses menstabilkan produksi komiditi pangan di tengah pandemi Covid-19. “Hal ini dapat terlihat pada bulan Juni tahun 2020 telah dilakukan panen raya padi pada sentra produksi seluas 110.000 hektar,” kata Gubernur Arinal.
Gubernur Arinal menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus berupaya mengamankan ketahanan pangan nasional dengan mensinergikan seluruh lintas kepentingan dan mendukung kegiatan usaha petani secara berkelanjutan.
Menurut Gubernur Arinal, tak hanya di pertanian, namun sektor lainnya seperti perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan juga mengalami peningkatan kinerja. Hal tersebut merupakan upaya yang digalakkan Pemerintah Provinsi Lampung agar perekonomian daerah dapat bergerak maju.
“Di sisi lain program kartu petani berjaya dapat memberi kepastian dan sarana produksi, askes keuangan, pembinaan, manajemen usaha dan teknologi, penanganan panen dan pasca panen serta pemasaran hasil,” ujar orang nomer satu di provinsi Lampung ini.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk petani agar dapt bertahan hidup di tengah pandemi ini.
“Bantuan pada keluarga petani, beasiswa untuk petani dan manfaat lainnya juga merupakan upaya dalam pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19,” terang Gubernur Arinal.
Pada Rakernas PSMTI ke-18 ini juga ditampilkan video tentang profil Lampung. Dalam video tersebut diperlihatkan luas wilayah, sektor andalan Lampung, seperti sektor pertanian perkebunan, peternakan, perikanan dan pariwisata.
