Tiongkok Desak Penghentian Permanen Konflik Timur Tengah

0
feab7256-c3c2-4c70-a1f5-a6ed3fe46d8a

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menerima kedatangan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing. Dalam pertemuan ini Tiongkok meminta konflik di Timur Tengah diakhiri dengan perdamaian (Foto: akun X Chinese Consulate General in Sydney)

El John News-Pemerintah Tiongkok menyerukan penghentian permanen konflik di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran dunia internasional. Seruan tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam pertemuan diplomatik dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Beijing, Rabu (6/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Tiongkok menegaskan pentingnya penghentian segera seluruh bentuk permusuhan yang dinilai telah memperburuk stabilitas kawasan dan mengancam kondisi ekonomi global. Beijing juga menilai konflik berkepanjangan berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang lebih luas apabila tidak segera dihentikan melalui jalur diplomasi.

“Tiongkok memandang bahwa diplomasi adalah instrumen utama yang harus dikedepankan, melampaui pendekatan militer yang hanya akan memperpanjang penderitaan warga sipil,” demikian penegasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Selain menyerukan perdamaian, Wang Yi juga meminta agar akses pelayaran di Selat Hormuz segera dipulihkan. Jalur perairan strategis tersebut selama ini menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia dan sangat berpengaruh terhadap stabilitas pasokan minyak global.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi langkah penting untuk menjamin keamanan energi dunia dan memulihkan arus logistik internasional,” ujar Wang Yi.

Menurut pemerintah Tiongkok, stabilitas di kawasan Teluk memiliki dampak langsung terhadap ekonomi global, termasuk perdagangan internasional dan rantai pasok energi dunia. Karena itu, Beijing mendorong seluruh pihak menahan diri dan mengutamakan dialog damai dibanding konfrontasi militer.

Dalam pertemuan itu, Tiongkok juga mendorong dimulainya kembali negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kebuntuan. Beijing berharap komunikasi diplomatik dapat menjadi jalan keluar untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat.

“Situasi saat ini membutuhkan langkah cepat dan penyelesaian damai agar kawasan Timur Tengah tidak semakin terjerumus ke dalam krisis berkepanjangan,” kata Wang Yi.

Pernyataan Tiongkok tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan itu dinilai tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memengaruhi harga energi, perdagangan global, hingga stabilitas ekonomi internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *