Rangkul dan Layani Tenant Menjadi Strategi Living Plaza Untuk Berekspansi

0
Invesment Forum. 1

PT. Kawan Lama Sejahtera patut diancungi jempol dalam memperluas bisnis propertinya,  salah satunya  adalah Living Plaza. Sejak dibangun di kawasan Cinere pada tahun 2012 sampai tahun ini, tercatat  sudah ada 17 bangunan Living Plaza yang berdiri di banyak kota.

Bahkan pada akhir tahun ini,  rencananya akan diluncurkan Living Plaza di Medan, Sumatera Utara. Tak berhenti di situ, masih  ada lagi pembangunan Living Plaza di kota-kota lain yang progresnya sudah puluhan persen.

“Yang akhir tahun ini tinggal satu yaitu Manado, Coming soon dalam proses itu Medan, kalau ga di kloter pertama atau dua. Rata-rata setiap kota satu Living Plaza, coming soon yang sudah, artinya secara desain, secara konsep sudah approve kita akan buka lagi di Banjarmasin dan di Rajabasa, Lampung, kata Director of Living Plaza, Sylve Djohan saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Investment Forum (IIF) yang ditayangkan EL JOHN TV. Program yang  dipandu oleh Host Cicilia Rosalinda ini, juga menghadirkan  narasumber lain yakni Pakar Property Indonesia Ruby Herman.

Living Plaza adalah sebuah tempat pusat perbelanjaan dengan mengusung konsep one stop shoping. Dengan konsep ini, masyarakat dapat merasakan sensasi  belanja yang berbeda. Living Plaza dibangun atas prakarsa PPT. Kawan Lama Sejahtera yang merupakan perusahaan di bidang industri dan ritail yang sudah berkiprah selama lebih dari 50 tahun. Dalam pengelolaan dan pemasaran Living Plaza.

Beragam product kebutuhan rumah tangga menjadi bagian yang melekat di Living plaza. Belum lagi kehadiran  Ace Hardware dan Informa  sebagai anchor tenant living plaza, akan   menambah eksistensi living plaza hadir sebagai tempat yang siap memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat pada umumnya.Selain itu,  terdapat juga bermacam-macam jenis tempat makan yang menambah kelengkapan destinasi anda dalam berbelanja.

Sylve menjelaskan,  ada strategi yang diterapkan Living Plaza agar dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja. Strategi yang digunakan, antara lain melihat grafik konsumen di dua anchor tenant yang juga bagian dari group Kawan Lawa yakni Ace Hardware dan Informa. Jika progresnya baik,  maka tidak menutup kemungkinan akan dibangun Living Plaza.

“Jadi memang ada kombinasi yang sangat baik sekali, kita punya retail, artinya kita sudah tau pasar-pasar kita di daerah itu seperti apa, sehingga ketika kita buka dengan nama tersendiri Living Plaza itu, kita sudah tau market kita di situ pasti bagus,” kata Sylve.

“Jadi kita tidak akan cobe-coba di tempat yang kita belum tau marketnya kita. Itu saya rasa kelebihan kami sebagai satu group ya, karena kita sudah punya ritelnya, lalu kami punya propertinya. Jadi ketika properti itu akan buka, kita sudah tau market kita di satu tempat itu seperti apa,” tambahnya.

Strategi lain yang dilakukan Living Plaza adalah gencar melakukan promosi di sosial media. Hal ini dipilih karena, sosial media memiliki pengaruh besar terhadap perubahan konsumen dalam berbelanja. Selain itu, media sosial tidak memerlukan ongkos yang terlalu besar, dan dapat dipromosikan setiap waktu.

“Selama ini kita banyak melakukan promosi melalui sosial media dan kita lihat memang itu kekuatannya luar biasa ya, sekarang sosial media. Semua orang juga akhirnya sangat teredukasi melihat iklan-iklan itu melalui sosmed itu sangat membantu, termasuk kami juga secara group kami melakukan banyak sekali kerja sama dengan ACE dan Informa,” ujar Sylve.

Menurut Sylve tak hanya kepada konsumen, kepada tenant pun diperlakukan hal yang sama, yakni Living Plaza membantu mendatangkan konsumen untuk para tenant yakni dengan disuguhkannya live music yang lokasinya tidak jauh dengan tenant. Untuk live music ini baru ada di daerah, karena di Jakarta, masih belum diperbolehkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dan kita mau memberikan semangat kepada tenant-tenant yang sudah bersedia untuk buka kembali nih, jadi kita lakukan live music, tentu saja kita tetap perhatikan protokol kesehatan, supaya tidak ada kerumunan dan bersyukur tempat kami itu outdoor ya. Jadi selama ini kita melakukan live music di outdoor sehingga mall-nya, orang merasa oh iya sudah kangen banget nih ga mall, jadi kita jaga seperti itu. (Sigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *