UNWTO Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Sektor Parekraf

0
Whats_App_Image_2020_12_09_at_7_05_14_PM_1f2feef6cc

Keseriusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)  dalam menyelamatkan sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19 telah diakui dunia. Belum lama ini Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO)  telah memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf karena telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability.

Aturan yang terdapat dalam protokol kesehatan berbasis CHSE ini,  telah sesuai apa yang dianjurkan UNWTO. Selain itu, protokol tersebut juga sebagai turunan dari protokol kesehatan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta kementerian/lembaga lain.

Terkait hal itu, UNWTO optimis penerapan protokol kesehatan  tersebut, dapat  membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terkena imbas pandemi Covid-19.

Apresiasi ini diberikan UNWTO diberikan saat digelarnya eminar bertajuk “Capacity Building Workshop on Restarting International Tourism in Bali” yang diselenggarakan di Bali pada 7 hingga 8 Desember 2020. Seminar ini merupakan buah kerja sama Kemenparekraf dengan UNWTO.

Seminar dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Giri Adnyani, serta lebih dari 30 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan 150 peserta yang hadir secara daring.

Seminar fokus membahas strategi pemerintah dalam upaya membuka kembali pariwisata meliputi perumusan kebijakan, prosedur, sarana dan prasarana kesehatan, serta protokol keimigrasian di masa adaptasi kebiasaan baru.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio  mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan UNWTO. Apa yang dikerjakan Kemenparekraf dalam menyelamatkan sektor pariwisata juga tak lepas dari dukungan UNWTO. Bahkan UNWTO siap membantu Indonesoa dalam membuka kembali kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

“Pandemi COVID-19 ini telah mengubah paradigma masyarakat, di mana faktor kesehatan, keamanan, dan keselamatan menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan atau tujuan wisata,” kata Wishnutama Kusubandio.

Itu sebabnya Kemenparekraf fokus melaksanakan program Sertifikasi CHSE gratis bagi sektor pariwisata di 34 provinsi, sebagai standarisasi baru untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia.

Menparekraf Wishnutama mengatakan, Indonesia telah mencanangkan pengembangan quality tourism sebagai rencana strategis ke depan. Artinya pengembangan pariwisata harus memperhatikan dan membangun semua aspek pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu kerja sama dan dukungan dari UNWTO akan membuat Indonesia lebih siap untuk pengembangan menuju quality tourism.

“Dampak dari Quality Tourism ini akan sangat luar biasa, karena akan membuat wisatawan menjadi lebih betah di destinasi, jadi staying lebih lama, spending lebih banyak. Akhirnya, bukan saja jumlah wisatawan yang akan meningkat, tapi PDB dan devisa juga akan meningkat,” kata Wishnutama.

Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UNWTO atas dukungan terhadap Indonesia selama krisis. Menurutnya, penting bagi Indonesia untuk berkolaborasi untuk memulai kembali pariwisata.

“Untuk kepentingan tidak hanya pengunjung ke Bali, tetapi untuk semua pemangku kepentingan, termasuk pekerja pariwisata dan industri,” kata Mahendra Siregar.

Di sela kegiatan seminar, delegasi UNWTO melakukan kunjungan ke bandara dan beberapa tujuan wisata lainnya. Mereka melihat secara langsung penerapan protokol CHSE yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan kembali aktifnya kepariwisataan Bali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *