Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Raih Prestasi Nasional Dalam Uji Kompetensi
Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Bandar Lampung, sukses menorehkan prestasi dalam uji Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD). Prestasi itu, yakni menempatkan mahasiswanya sebagai lulusan terbaik nasional pada uji kompetensi tersebut yan dilangsungkan bulan November 2020 lalu.
“Kami sangat bangga dengan presitasi tersebut,” kata, Rektor Universitas Malahayati, Dr Achmad Farich, dalam siaran persnya, (29/12/2020).
Farich menjelaskan prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berhasil melakukan proses pendidikan profesi dokter. Prestasi tersebut menambah panjang datar prestasi yang dicetak Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.
Diharapkan prestasi yang baru ini dapat diteruskan pada mahasiswa-mahasiwa angkatan berikutnya. “Ini menjadi pemicu semangat bagi kampus, juga untuk seluruh program studi lainnya,” ujar Farich. “
Apa yang disampaikan Farich dibenarkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr Toni Prasetya Sp PD FINASIM. Ia mengatakan prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika, apalagi yang dipenghargaan yang diraih adalah penghargaan tingkat nasional.
“Suatu kebanggaan buat kita bila melihat anak-anak didik kita berhasil meraih prestasi terbaiknya, apalagi ditingkat ujian nasional. Mahasiswa lain dapat menjadikan prestasi temannya sebagai motivasi belajar yang lebih giat lagi, siapkan yang terbaik yang bisa kita kerjakan,” katanya.
Salah satu mahasiswa kedokteran yang berprestasi tersebut adalah I Made Gede Dwi Iswara. Putra Bali yang kuliah di Universitas Malahayati Bandar Lampung ini mengatakan bahwa kunci utama untuk meraih prestasi ini terletak pada kemauan sendiri. “Harus memiliki tekat yang kuat untuk belajar. Selain belajar mandiri, saya juga ikut bimbingan belajar persiapan UKMPPD. Saya terus belajar dan berlatih,” katanya pada Minggu 27 Desember 2020.
Hasilnya, Dwi Iswara mengawalinya dengan meraih prestasi peringkat terbaik pertama di Universitas Malahayati dan mendapat peringkat-4 nasional yang bersanding dengan universitas negeri sekelas Universitas Padjajaran dan Universitas Dipenogoro. “Saya bangga dapat mendapatkan pendidikan kedokteran saya di Universitas Malahayati. Menurut saya FK Malahayati memiliki pengajar sangat kompeten serta fasilitas yang sangat memadai untuk kompetensi kedokteran,” katanya.
Dwi mengatakan menjalankan pendidikan dan belajar bukan karena terpaksa.
“Saya menjadikannya sebagai kebutuhan, karena kelak kita telah menjadi dokter kita akan menghadapi pasien nyata dan di sanalah kompetensi sebagai dokter yang berguna dalam penanganan pasien. Terus banggakan orang tua, jaga terus kehormatan almamater kebanggaan kita,” katanya.
Sebelumnya, pada Mei 2019, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati juga masuk jajaran terbaik nasional pada Uji Kompetensi Mahasiswa Computer Based Test (CBT) Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan nilai 91, yaitu Ade Rahardian. Kemudian Putri Julianti, dokter lulusan Universitas Malahayati. Ia menjadi yang terbaik dalam Diksar Dokter Perwira Akmil di Magelang pada awal Agustus 2019 silam.
Keberhasilan tersebut tentu saja tak terlepas dari kesungguhan para pendidik dan fasilitas di dalam kampusnya. Fasilitas di Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati sangatlah lengkap. Kampus ini memiliki Laboratorium Kesehatan Terpadu, mulai dari laboratorium dasar, biomolekular, osce, hingga laboratorium Computer Basic Training (CBT).
Berbagai fasilitas itu dikuatkan dengan Perpustakaan Universitas Malahayati yang memiliki 35.000 koleksi buku, lengkap dengan internet.
Bahkan, telah tersedia Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin yang mendapat predikat level Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Rumah sakit bintang lima yang didirikan sejak 2006 ini merupakan salah satu faktor penunjang yang penting untuk Fakultas Kedokteran. Kadafi juga mengontrol ketat proses belajar mengajar.
Selain itu, seluruh mahasiswa kedokteran bertempat tinggal di permukiman kampus yang bernama Green Dormitory. “Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menimba ilmu di universitas kebanggaan ini. Saya dapat meraih banyak ilmu dari para dosen dan staf pengajar yang membimbing dengan ikhlas dan sabar,” kata Ade yang dihubungi secara terpisah.
Prestasi yang diraih Universitas Malahayati pun menarik minat Universitas Putra Malaysia (UPM) untuk menjalin kerja sama. Setiap tahun, kampus dari negeri jiran itu mengirimkan 18 mahasiswa keperawatannya untuk belajar di Universitas Malahayati.
Fakultas Kedokteran di Universitas Malahayati termasuk yang tertua di Lampung. Bahkan hingga saat ini, hanya ada dua Fakultas Kedokteran di Provinsi Lampung. Selain di Universitas Malahayati, fakultas kedokteran lainnya ada di salah satu universitas negeri di Lampung.
Sementara di Indonesia, hanya ada 74 Fakultas Kedokteran di berbagai universitas. Setengah dari jumlah itu berada di Pulau Jawa. Bahkan, Fakultas Kedokteran termasuk program pendidikan pertama ketika Universitas Malahayati didirikan pada 1993.
