Realisasikan Janjinya, Hari Ini Sandiaga Uno Berkantor di Bali

0
5fe9aa9eb0306

Janji Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)  Sandiaga Uno untuk berkantor di Bali akhirnya terealisasi. Hari ini, Kamis (28/1/2021), Sandiaga bertolak ke Bali melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sandiaga mengatakan telah memantau kondisi Bali dan saat kondisinya Bali sepi dari aktivitas wisatawan. Tidak sedikit destinasi yang buka namun tidak full dan juga ada yang masih tutup. Begitu juga dengan kawasan pertokoan yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan  kini hanya seharian hanya petugasnya saja bahkan ada yang tutup

Kondisi ini sangat berbeda 180 derajat sebelum pandemi, yang tidak hentinya keramaian wisatawan mewarnai Pulau Dewata, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

“Pandemi virus corona ini benar-benar menggerus pariwisata di Bali. 80 persen masyarakat yang bergantung hidup pada sektor parekraf terdampak langsung. Ini yang harus kami perjuangkan,” ungkapnya, dalam keterangan resmi, Kamis (28/1/2021).

Menurut Sandiaga, sepinya Bali berdampak pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kini pendapatan pelaku usaha UMKM turun drastis. Tentu pemerintah tidak diam melihat kondisi ini, dan bakal menggelontorkan insentif bagi para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19

“Insentif kepada mereka yang terdampak harus diberikan, agar ada modal kerja untuk melanjutkan usaha,” katanya.

Perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha UMKM tidak hanya sebatas memberikan bantuan namun juga bantuan dari sisi kesehatan yakni pemberian vaksin.  Sandiaga berharap, para pelaku UMKM mendapatkan prioritas kelompok yang menerima vaksin.

Dengan vaksin dan juga disipilin dalam menerapkan protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environmental sustainability), tidak menutup kemungkinan dapat menggairahkan kembali sektor pariwisata

“Begitu juga vaksinasi dan CHSE yang diterapkan, diharapkan bisa memicu kedatangan wisatawan dan mengembalikan perekonomian masyarakat yang hilang imbas pandemi,” tuturnya.

Rencana berkantor di Bali itu telah disampaikan Sandi pada Minggu lalu (24/1/2021) lalu. Keputusan berkantor di Bali ini, kata Sandi, dilakukan demi menghindari laporan bersifat ABS atau ‘Asal Bapak Senang’ dari staf kementerian yang dipimpinnya.

Dengan berkantor di Bali, Sandi mengaku bisa merasakan langsung setiap geliat dan permasalahan yang ada. Selain itu, ia mudah menyampaikan apa yang dilihat dan dirasakan selama di Bali kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, bukan hanya laporan jajarannya saja.

“Saya sangat menikmati kalau kita langsung mendengar tanpa ada laporan dari staf Kementerian Pariwisata yang ‘asal bapak senang’. Saya pengalaman di pemerintahan, kadang-kadang laporan itu ‘bagus pak-bagus pak’, ‘gini-gini’, tapi begitu saya tanya ternyata nggak seperti itu,” tutur Sandiaga.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *