BPS: Jumlah Kunjungan Wisman Sepanjang 2020 Hanya 4,02 Juta Orang

0
5f0729418b075

Badan Pusat Statistik (BPS) telah menghitung jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia sepanjang 2020.  Hasil penghitungan BPS menyebutkan wisman yang datang selama tahun 2020 mencapai 4,02 juta wisman.

Ketua BPS Suhariyanto mengatakan dengan jumlah tersebut, maka terjadi penurunan jumlah kunjungan sebesar 75,03 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 16,11 juta kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 1,67 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 1,02 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 1,33 juta kunjungan,” kata Suhariyanto dalam jumpa pers virtual, Senin (1/2/2021).

Untuk bulan Desember 2020, jumlah kunjungan mencapai  mencapai 164,09 ribu kunjungan. Jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2019 yang berjumlah 1,38 juta kunjungan, jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 88,08 persen.

“Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya November 2020, jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2020 terjadi peningkatan sebesar13,58 persen,”  ujar Suhariyanto.

Dilihat berdasarkan pintu masuknya, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk udara sebanyak 23,60 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 44,48 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 96,01 ribu kunjungan

Dari sisi pintu masuk udara, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Desember 2020 mengalami penurunan signifikan sebesar 97,19 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2019. Penurunan serentak terjadi di seluruh pintu masuk udara.

Di beberapa bandara penurunan mencapai 100,00 persen, seperti di Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat, Bandara Adi Sucipto/YIA, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandara Minangkabau, Sumatera Barat, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau, Bandara Iskandar Muda, Aceh, Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah, Bandara Supadio, Kalimantan Barat, Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, dan Bandara Sultan Badaruddin II, Sumatera Selatan. Persentase penurunan terendah tercatat di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara dengan 86,33 persen, diikuti oleh Bandara Soekarno-Hatta, Banten dengan persentase penurunan sebesar 88,32 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *