Menparekraf Ajak PHRI Kembangkan Paket Wisata Bersekolah & Bekerja dari Destinasi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai ada potensi besar untuk memanfaatkan destinasi sebagai tempat penyokong aktivitas masyarakat baik yang ingin bersekolah maupun bekerja. Untuk mengoptimalkan upaya tersebut Menparekraf mengajak industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk memanfaatkan peluang ini.
Terkait hal ini, Menparekraf melihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai asosiasi yang menaungi industri parekraf dapat ikut ambil bagian dalam kesempatan untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus).
“Salah satu garda terdepan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah PHRI. PHRI adalah mitra pemerintah dalam mempertahankan lapangan kerja yang jumlahnya jutaan dan menangkap berbagai peluang untuk bangkit kembali,” kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, memindahkan kegiatan masyarakat ke destinasi dapat menggerakan kunjungan wisnus apalagi belakangan ini momen tersebut sedang hits.
Pergerakannya pun mengalami lonjakan yang cukup signifikan di tengah pandemi Covid-19. Sandiaga memperkirakan setidaknya ada 5.000 sampai 7.500 wisatawan dari Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
“Pasarnya ada. PHRI Pusat sudah melakukan kerja sama dengan airlines dan pihak kami, kalau sudah ada izin dari Pemprov Bali akan kita langsung eksekusi dalam promosi. Kalau bisa dieksekusi bulan Maret,” kata Sandiaga.
Sandiaga menegaskan, pemerintah tidak akan diam melihat program yang sedang dijalankan industry parekraf. Dukungan akan terus diberikan untuk menghidupkan kembali gairah industry parekraf, termasuk merangkul lebih banyak lagi perhotelan dan restoran yang menerima sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) secara gratis.
“Mudah-mudahan ini menjadi satu harapan inovasi, terobosan baru untuk membangkitkan pariwisata dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga.
Ketua PHRI Pusat, Hariyadi Soekamdani, di kesempatan yang sama mengatakan, program bekerja atau bersekolah dari destinasi, khususnya di Bali memang menjadi salah satu program yang akan dijalankan pihaknya dalam waktu dekat.
“Jadi konsepnya bukan liburan, tapi berkegiatan seperti bekerja atau bersekolah dari destinasi. Mereka berkegiatan tapi dengan mendapatkan suasana lingkungan yang berbeda,” kata Hariyadi.
PHRI Pusat, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan pihak airlines, dalam hal ini AirAsia yang akan mendukung dari segi transportasi. Dengan harga yang kompetitif, ia yakin konsep ini bisa menjadi salah satu program jangka pendek yang bisa dijalankan industri.
“Tinggal sekarang teman-teman di Bali untuk menangkap peluang ini. Kalau kita bisa menyajikan harga yang kompetitif, tentu ini peluang yang besar. Jumlahnya mungkin bisa mencapai 20 ribu bahkan lebih (wisatawan). Potensi pasar ini tentunya bisa dikembangkan ke destinasi lain ke depannya selain Bali,” kata Hariyadi.
Sementara Ketua PHRI DPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), mengatakan besar harapan dari pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, khususnya hotel dan restoran agar program-program yang dicanangkan Kemenparekraf/Baparekraf dapat diwujudkan secepatnya. Termasuk program-program seperti pinjaman lunak, dana hibah pariwisata yang akan ditingkatkan, sertifikasi CHSE gratis, prioritas vaksinasi, dan lainnya.
“Arahan juga suntikan semangat dari Menparekraf, saya kira ini menjadi sinar di kegelapan bagi pariwisata Bali untuk menemukan harapan kita bersama. Mudah-mudahan apa yang disampaikan tadi bisa dieksekusi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga geliat ekonomi di Bali, terjadi transaksi ekonomi di Bali,” kata Cok Ace yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.