Sempat Terganggu Abu Vulkanik Gunung Raung, Bandara Banyuwangi Kembali Dibuka

0
721245_720

 

Setelah sepekan ditutup akibat abu vulkanik Gunung Raung, pada Minggu (15/2/2021), pelayanan di bandara Banyuwangi dibuka kembali. Pembukaan ini merujuk NOTAM yang diterbitkan otoritas bandara setempat.

Pelayanan penerbangan di bandara ini, mulai dilakukan Minggu pagi, pukul 06.00WIB. Hingga Minggu siang, sudah ada 4 penerbangan yang dioperasikan.

Penerbangan di Bandara Banyuwangi akhirnya dibuka. Pembukaan ini menyusul adanya NOTAM pembukaan bandara yang dikeluarkan oleh . Pembukaan pelayanan Bandara Banyuwangi ini dibenarkan Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II KC Bandara Banyuwangi, Cin Asmoro

“Iya benar. Bandara Banyuwangi sudah kembali dibuka, sudah ada 4 penerbangan sejak pagi tadi. Rencana hari ini melayani 6 penerbangan,” kata  Cin Asmoro.

Enam penerbangan itu, kata Cin, berasal dari maskapai Citilink dari penerbangan Bandara Soekarno Hatta – Bandara Banyuwangi pergi pulang (pp), Surabaya – Banyuwangi pp, dan Banyuwangi – Denpasar pp.

“Masih Citilink. Sementara pesawat citilink yang grounded kemarin akan terbang sore ini menuju Jakarta,” tambahnya.

Sementara itu Garuda Indonesia dan Batik Air dengan rute Bandara Soetta – Banyuwangi pp belum mengoperasikan pesawatnya setelah seminggu penerbangan Banyuwangi lumpuh karena abu vulkanik erupsi Gunung Raung. 

Pembukaan Bandara Banyuwangi, kata Cin, dilakukan setelah pihaknya melakukan paper test dan pemantauan lewat radar BMKG maupun Airnav selanjutnya diteruskan koordinasi ke pihak Otoritas Bandara Wilayah 3 Surabaya.

“Dari hasil kolaboratif tersebut akhirnya dikeluarkan Notam sehingga Bandara Banyuwangi bisa kembali melayani penerbangan pada saat ini. Semoga kondisi seperti ini terus berlanjut dan erupsi Gunung Raung tidak lagi berimbas ke penerbangan di Bandara Banyuwangi,” pungkasnya.

Seperti diketahui pada 7 Februari 2021, Bandara Banyuwangi terpaksa ditutup akibat erupsi Gunung Raung. Berdasarakan pengataman Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Raung menyebutkan kolom asap erupsi Gunung Raung mencapai 1.000 meter di atas puncak. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.

Meski demikian, aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.332 mdpl itu tidak banyak perubahan. Pos PGA Raung mencatat adanya tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 3-20 mm (dominan 6 mm). “Aktivitas vulkanik biasa saja tidak ada peningkatan. Hanya saja secara visual yang sedikit berbeda,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *