Selama Berkantor di Bali, Menparekraf Mencatat Ada Tiga Hal Pulihkan Sektor Parekraf

0
GAMBAR_14_b598187038

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, telah merealisasikan janjinya untuk berkantor di Bali guna memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Dewata.  Sudah dua pekan, upaya ini dijalankan  Menparekraf.

Setiap pekannya, Menparekraf berkantor di Bali mulai dari Kamis hingga Sabtu. Selama berkantor di Bali, ada tiga catatan khusus yang diperolehnya. Catatan itu, yakni yang pertama, masyarakat di sektor parekraf di Bali menginginkan dibukanya perbatasan dalam satu mekanisme travel bubble. Tak sekedar ingin saja, namun masyarakat sudah mempersiapkan upaya tersebut.

Keinginan yang sama juga disampaikan Pelindo III yang menginginkan pintu masuk wisman melalui laut juga bisa dibuka nantinya.

“Masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali memberikan sinyal kesiapan untuk Bali kembali segera dibuka dengan satu mekanisme free covid corridors,” kata Menparekraf.

Aspirasi masyarakat maupun Apindo sudah dicatat Menparekraf dan akan disampaikan kepada pihak terkait, diantaranya Kementerian Luar Negeri,Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Kesehatan. Selain juga dimatangkan hal-hal yang berkaitan dengan pembukaan pintu untuk wisman ini, termasuk mengkaji untuk dimungkinkannya melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bali juga Satgas Penanganan COVID-19 pada bulan Maret 2021.

Sebelumnya saat hadir di acara Rakerda PHRI DPD Bali, Sandiaga mengatakan, travel bubble nantinya akan mengusung konsep free covid corridors atau koridor bebas COVID-19. Sebagai persiapan, Sandiaga meminta pelaku usaha pariwisata disiplin menerapkan protokol clean, healthy, safety, and environtment sustainability atau CHSE.

Catatan yang kedua, yakni Menparekraf telah banyak berbincang-bincang dengan pelaku usaha maupaun masyarakat di sektor parekraf terkait aspek kesehatan. Mereka menginginkan agar untuk diprioritaskan vaksinasi agar dapat  terjamin keamanannya dalam menjalan usahanya.

“Termasuk juga beberapa program stimulus seperti softloan, program padat karya, dana hibah pariwisata, program BISA, serta sertifikasi CHSE,” kata Sandiaga.

Terakhir, ia melihat masyarakat Bali sudah siap menjalankan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing, and treatment).

“Insya Allah kita akan mewujudkan ini, segera, saya berkomitmen karena kita ingin sama-sama segera keluar dari pandemi dan himpitan ekonomi,” kata Sandiaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *