Ketua MPR RI: Masa Depan Indonesia Ada Pada Desa dan Bertani

0
3B5DD858-9E1D-4607-86BA-CBC62167B359-1536x864

Langkah yang dilakukan Walikota Salatiga dalam mengembangkan vanili dinilai Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo sebagai langkah strategis sebagai upaya mengangkat perekonimian rakyat karena masa depan Indonesia menurutnya bukan lagi di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

“Dalam kondisi pandemi seperti ini, ada 5 negara yang akan terhindar dari krisis pangan dunia, diantaranya adalah Indonesia. Dan hanya 3 sektor yang bertahan bahkan tumbuh, salah satunya pertanian. Tadi, kata Pak Mentan, nilai ekspor pertanian sepanjang 2020 hampir mencapai 500 triliun,” ujar Bambang saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Pencanangan Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dan Kota Vanili di Pendopo Rumah Dinas Walikota Salatiga, 31 Maret 2021.

Bamsoet, begitu Ketua MPR RI akrab dipanggil menjelaskan bahwa kota-kota besar tidak lagi akan menjanjikan karena aktivitas bisnis akan bergeser ke desa.

“Bebrapa kawan kembali ke desa, bertani dan mengembangkan UMKM. Sekarang tumbuh dan berkembang lewat pasar online. Ini artinya, berbisnis itu mudah,” katanya.

Kota Salatiga menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memiliki potensi untuk pengembangan vanili karena ada kesesuaian kondisi lahan dan agroklimat.

“Konsep pengembangan berbasis pekarangan, 10 tanaman vanili per kepala keluarga menjadi pilihan untuk memberdayakan masyarakat,” kata Mentan.

“Potensi pengembangan vanili  harus kita manfaatkan seoptimal mungkin. Dan Salatiga, walaupun kota tapi ternyata suasananya indah, subur, terkenal dengan vanilinya. Ayo, kita bangkitkan kembali kejayaan vanili Indonesia,” tambahnya

Salatiga yang terletak di ketinggian sekitar 450 hingga 800 mdpl dengan suhu rata-rata 23 hingga 24 derajat Celsius serta kelembaban udara sekitar 70 sampai 80% secara agroklimat menuru Walikota Salatiga, Yuliyanto cocok untuk pengembangan vanili.

“Tanaman vanili ini telah lama dibudidayakan oleh penduduk kota Salatiga. Saat ini jumlahnya berkisar 8.900 batang yang ditanam di lahan sekitar 7,74 hektar.

Sebagai informasi, volume ekspor vanili Indonesia periode Januari-Desember 2020
sebesar 363,5 ton atau senilai Rp 873 milyar atau meningkat 28,16% dibanding periode yang sama tahun 2019. (Sumber Kementan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *