Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Minim Efek Samping
Seluruh jenis vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi nasional dipastikan aman, berkhasiat dan minim efek samping. Namun, dalam penggunaannya memang ditemukan berbagai laporan efek samping. Dan pemerintah meminta masyarakat tidak khawatir.
“Jika setelah vaksinasi ditemukan efek samping, pemerintah meminta masyarakat melaporkan temuan tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat untuk segera memperoleh penanganan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya belum lama ini.
Dan bagi petugas di fasilitas kesehatan dimohon siap siaga dalam menerima potensi keluhan kesehatan yang dialami masyarakat yang setelah menerima vaksin.
Disamping itu, jumlah vaksin yang terbatas membuat pemerintah harus mengatur laju vaksinasi Covid-19. Meski demikian, Wiku meminta masyarakat tidak khawatir karena akan ada tambahan sekitar 20 juta dosis vaksin Covid-19 hasil produksi PT Bio Farma. Sehingga diharapkan program vaksinasi pada bulan April dan Mei 2021 dapat terus berjalan.
“Selanjutnya PT Bio Farma juga akan terus meningkatkan kapasitas vaksin Covid-19 sehingga dapat mencukupi kebutuhan program vaksinasi,” tambah Wiku saat menjawab pertanyaan media.
Hingga saat ini pemerintah Indonesia telah menerima 8 kali dosis vaksin Covid-19 baik dalam bentuk dosis siap pakai maupun bahan baku. Yang terbaru yakni vaksin tahap 8, pemerintah menerima 6 juta bahan baku (bulk) vaksin Sinovac pada 18 April 2021.
Sebelumnya, vaksin COVID-19 tahap pertama tiba di Tanah Air pada 6 Desember 2020 berupa vaksin jadi produksi Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. Kemudian, pada 31 Desember 2020, pada tahap kedua, kembali didatangkan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac.
Kemudian, pada 12 Januari 2021 atau tahap ketiga, didatangkan sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Sinovac. Pada tahap keempat, sebanyak 10 juta bahan baku vaksin Sinovac tiba pada tanggal 2 Februari 2021 .
Selanjutnya, pada 2 Maret 2021 lalu, pada tahap kelima, kembali tiba sebanyak 10 juta bahan baku vaksin COVID-19 produksi Sinovac. Kemudian, pada tahap keenam pada tanggal 8 Maret lalu tiba di Tanah Air sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi.
Terakhir, pada 25 Maret 2021, tiba sebanyak 16 juta bahan baku vaksin produksi Sinovac.