Menhan Prabowo Apresiasi Bantuan Sejumlah Negara Mencari KRI Nanggala-402
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas segenap upaya dari berbagai pihak termasuk sejumlah negara sahabat dalam pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali.
Didampingi Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan, Menhan Prabowo bertemu dengan Danrem 163/Wirasatya dan Kolonel Pnb Reza Ranesa R.S. Pertemuan ini dihadiri juga Angkatan Udara Amerika Serikat, Colonel Udara McCullough.
Prabowo mengucapkan terima kasih atas solidaritas yang diberikan negara sahabat bersama TNI, Basarnas, dan Polairud dalam mencari keberadaan hilanggnya kapal selam KRI Nanggala-402
“Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan TNI atas bantuan yang ditawarkan dan diberikan kepada kami oleh semua pihak,” kata Prabowo Sabtu (24/4/2021).
Prabowo mengaku sempat dihubungi oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Australia, India, hingga Malaysia. Mereka, kata dia, menyampaikan rasa simpati kepada keluarga korban. “Khususnya Menteri Pertahanan AS (HE Llyod Austin III), Menteri Pertahanan Australia (HE Peter Dutton), Menteri Pertahanan India (HE Rajnath Singh), dan Menteri Pertahanan Malaysia (HE Dato Sri Ismail Sabri Yakoob) yang masing-masing menelepon saya secara langsung dan menyampaikan simpatinya kepada keluarga para pelaut yang kini hilang bersama kapal selam Indonesia KRI Nanggala,” ucapnya.
Prabowo pun mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan solidaritas yang diberikan selama proses pencarian KRI Nanggala-402. “Kami sangat berterima kasih atas solidaritas dan bantuan yang diberikan kepada kami,” imbuhnya.
Seperti diketahui, sudah lewat 72 jam sejak KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak. Pihak TNI AL dibantu sejumlah negara masih berupaya mencari KRI Nanggala-402. “Masih SAR (search and rescue) terus. (Kekuatan SAR) masih seperti kemarin. (Kapal penyelamat) Singapura masih belum datang. Kapal Swift Rescue itu nanti jam 23.00 baru sampai,” terang Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono kepada detikcom, Sabtu (24/4/2021).
Sebelumnya, KRI Nanggala-402 hilang kontak dalam latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4/2021) dini hari. Hingga kini, pukul 09.49 WIB, belum ada kabar kapal yang ditumpangi 53 awak tersebut bisa dievakuasi.
Saat ini status sudah SUBSUNK , (dinyatakan tidak ada harapan/ tenggelam) resmi dalam press release hari ini. “Sending my deep condolence for KRI 402, kalian sudah berjuang dan sangat luar biasa. Jikalau mereka pergi berpatroli dan tak pernah kembali, mereka tidak bisa dikatakan “hilang”. ujar Menhan
“Karena berdasarkan kamus para pelaut tak ada kapal selam yang dikatakan “hilang”, mereka hanya sedang melakukan “Patroli Laut Selamanya” Rest in peace KRI 402. Innalillahi Selamat jalan para prajurit” bangsa. Allah sudah berkehendak lain semoga para 53 awak kapal husnul khotimah. Aamiin,” pungkasnya,