Anton Thedy: Sentuhan Pemerintah Bikin Danau Toba Semakin Indah

0
ITF Danau Toba.3

Keindahan alam tempat wisata di Indonesia memang sangat mempesona. Terdapat tempat wisata yang memiliki keunikan dan nilai sejarah tersendiri yang membuat para wisatawan tertarik untuk datang. Tidak hanya wisatawan lokal, namun wisatawan asing juga beramai-ramai mengunjungi setiap tempat wisata yang ada di Indonesia, salah satunya Danau Toba.

Danau vulkanik terbesar di dunia ini sekarang jadi salah satu destinasi wisata andalan Indonesia yang tidak dimiliki daerah lain. Danau Toba memiliki pesona alam yang menakjubkan. Danau seluas 1.145 meter persegi ini berada di Bukit Barisan, dengan pemandangan hijau pegunungan sekelilingnya dan hamparan air biru yang tenang dan di tengahnya ada Pulau Samosir.

Pengamat pariwisata Anton Thedy turut memuji keindahan objek wisata kebanggaan masyarakat Sumut ini. Ia menilai sudah tepat pemerintah menetapkan  Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Bali Baru. Dengan penetapan ini, Danau Toba akan lebih terurus baik dari infrastrukturnya maupun pengelolaan destinasinya.

“Saya melihat kalau tidak ada campur tangan dari Pusat sangat sulit. Nah campur tangan dari pusat itu, berupa apa, berupa memberikan infrastruktur, pembiayaan dan lain sebagainya, itu di handle langsung oleh Pusat. Nah dengan dihandle oleh Pusat kelihatannya beres,” kata Anton Thedy saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Tourism Forum (ITF) yang ditayangkan EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Clarita Mawarni Salem (Miss Tourism Metropolitan International 2020-2021/Putri  Pariwisata Indonesia 2019).

Menurut Anton Thedy, kehadiran Bandara Silangit menjadi bentuk perhatian Pemerintah Pusat untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi berkelas yang mudah diakses wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

“Perubahan yang paling  besar adalah dengan diresmikannya Bandara Silangit. Ini menjadikan kita punya akses ya. Bandara Silangit ini sudah ada di Pulau Samosir jadi cukup dekat. Sebenarnya Pulau Samosir dengan Danau Toba diujung tertentu itu bersatu. Kita bisa juga dengan mobil ke Danau Toba. Tetapi biasanya yang menjadikan satu atraksi yang menarik,” ungkap CEO TX Travel ini.

Anton Thedy menekankan yang harus diperhatikan adalah kebersihan Danau Toba agar tetap menjadi daya Tarik wisatawan. Tahun 77, Anton Thedy pertama kali datang ke Danau Toba dan berenang di Danau menjadi aktivitas wisatanya. Namun saying seiring waktu berjalan, kebersihan Danau Toba tercemari dengan  sampah yang dibuang sembarangan.

“Saya imbau kalau ke sana yang paling utama jangan buang sampah sembarang, Ini yang saya lihat di danaunya banyak sampah yang masih berkeliaran,” ujar Anton Thedy sembari mengatakan perhatian yang diberikan Pemerintah kepada Danau Toba haru dijaga keindahannya.

Anton Thedy mengatakan kehadiran Presiden Jokowi ke Danau Toba beberapa kali juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap destinasi yang satu ini. Sektor pariwisata menjadi sektor yang diandalkan Pemerintah, pasalnya salah satu sektor jasa ini berkontribusi dalam meningkatkan devisa negara.

“Pak Jokowi beberapa tahun yang lalu pernah datang ke Danau Toba yakni ke Parapat. Parapet adalah kota yang di tepi Danau Toba, ini menyenangkan sekali. Jadi dari komitmen lalu juga kunjungan sehingga Danau Toba yang memang sebenarnya sangat indah, sangat bagus dan sekarang menjadi prioritas pemerintah. Mudah-mudahan akan menjadi pendamping Bali baru,” tutur Anton Thedy.

Anton Thedy menjelaskan, budaya menjadi kekuatan Dana Toba dalam menarik wisatawan. Oleh karena itu, setiap wisatawan yang datang akan disuguhkan berbagai atraksi kebudayaan khas toba, Sumut. Karena itu pelestarian kebudayaan Danau Toba penting untuk diimplementasikan. Degan budaya

“ Dari Pulau Samosir kita berjalan kaki, biasanya di sana kita melihat perumahan, kuburan raja-raja, kita melihat tarian sigale-gale. Di sana juga adalah tempat yang juga disukai oleh turis untuk menginap. Kalau turis domestic itu biasanya tidak menginap di pulau Samosir, tapi kalau turis asing senang menginap di Pulau Samosir,” katanya.

Anton Thedy menilai Danau Toba menjadi lokasi staycation yang cocok di tengah pandemic Covid-19. Hal ini diperlihatkan dengan banyaknya resort dengan beragam pilihan yang berada di pinggir Danau. Namun, tidak sekedar staycation namun wisatawan juga harus berdisiplin dalam menjalani aturan protokol kesehatan

“Kalau di Danau Toba itu banyak resort-resort di pinggir Danau Toba itu satu. Salah satu kota yang menjadi transit di pinggir Danau Toba adalah Prapat. Pak Jokowi pernah menginap di kota Parapat ini. Hotelnya adalah hotel BUMN ya yakni Grand Inna, bisa ,menginap di kamarnya Pak Jokowi, kamarnya Presiden, itu indah sekali disana banyak pohon-pohonan tumbuh cukup bagus,” kata Anton Thedy.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *