Butuh Penurunan 50% Mobilitas Untuk Turunkan Jumlah Kasus COVID-19
Pemerintah akan menggunakan tiga indikator untuk menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Ketiga indikator tersebut yakni Facebook Mobility, Google Traffic, dan Bright Light dari NASA.
Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, evaluasi sementara berjalannya PPKM Darurat masih ditemukan mobilitas yang cukup tinggi di tiga provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Menurut Jodi, berdasarkan analisis historis dibutuhkan penurunan mobilitas 30% untuk menurunkan jumlah kasus. Namun dengan varian delta saat ini, estimasinya membutuhkan penurunan 50% mobilitas masyarakat.
“Kita butuh saling mendukung untuk mencapai indikator ini. Tetap di rumah produktif dan ibadah di rumah,” ujar Jodi dalam jumpa persnya secara virtual belum lama ini.
Dia memaparkan, data indeks tersebut nantinya akan diberikan kepada masing-masing wilayah untuk segera dilakukan evaluasi dan intervensi. Dataindeks mobilitas ini nantinya akan segera digabungkan ke website Kementerian Kesehatan agar masing-masing daerah dapat segera mengupdate secara harian, sekaligus dapat mengevaluasi pelaksanaan PPKM Darurat.
Masih terkait dengan mobilitas masyarakat, untuk penyelarasan hasil tes agar dapat diakses banyak pihak, Kemenkes membuka akses bagi operator transportasi udara melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan QR Code di aplikasi pedulilindungi atau menunjukkan nomor NIK di counter check-in.
Semua data penumpang termasuk yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen mereka tersimpan dengan aman di Big Data Kemenkes atau new all record (NAR) Kemenkes RI. “Big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi,” tuturnya.