Pemprov DKI Mulai Menggelar Kegiatan PTM di 610 Sekolah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 610 sekolah dari berbagai jenjang di lima wilayah kota administrasi, Senin (30/8/2021).
Pembukaan PTM terbatas ini telah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana nomor 883 tahun 2021 tentang penetapan satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas pembelajaran campuran tahap I pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Keputusan ini ditandatangani pada Jumat, 27 Agustus 2021.
Pembukaan PTM ini mendapat pemantau dari Walikota di lima wilayah di antaranya Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto. Uus melakukan peninjauan sekaligus monitoring Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SDN 06 Pagi Kapuk, Jalan Dolar Blok DA Nomor 9, RT 12/14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng.
Dalam peninjauan tersebut, Uus melihat kesiapan sekolah maupun para murid yangg tengah menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) PTM terbatas.
“Saya lihat semua sudah berjalan sesuai ketentuan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” ujar Uus.
Sementara itu, Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas hari pertama di SMKN 32, Jalan Tebet Dalam IV, Tebet
Dalam monitoring ini, Isnawa mengecek penerapan protokol kesehatan yang dijalankan pihak sekolah, mulai dari pengukuran suhu tubuh, ketersediaan sarana mencuci tangan, aturan penggunaan masker, serta penerapan 50 persen kapasitas siswa hadir.
“Pihak sekolah melakukan prokes sesuai aturan yang ditetapkan. Proses belajar mengajar dapat terkondisikan dengan aman dan nyaman,” ucapnya, usai melakukan monitoring.
Hal yang sama juga dilakukan Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim yang melakukan pemantauan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di SMK Walang Jaya, Koja, Jakarta Utara.
Ali mengatakan, ada 56 sekolah di Jakarta Utara yang melaksanakan PTM terbatas mulai hari ini, baik negeri maupun swasta di semua tingkatan dari PAUD hingga SMA yang telah lolos asesmen dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta tentang sarana prasarana hingga kompetensi guru melalui pelatihan.
“Semua memenuhi protokol kesehatan, 5M berjalan, sarana dan prasarananya juga sudah mendukung. Semoga semua berjalan lancar dan yang terpenting adalah pengawasan ketat guru agar para peserta didik tidak abai prokes untuk mencegah munculnya klaster baru,” ujarnya. (Sumber Berita Jakarta)
