Karang Para Wisata Alam Baru di Sukabumi
Jika ke Sukabumi, Jawa Barat, jangan lupa berkunjung ke Karang Para. Tempat wisata yang satu cocok menjadi salah satu destinasi wisata bagi yang suka menikmati panorama alam alami dan suasana pedesaan.
Di objek wisata yang baru nge-hits sekitar empat bulan ini terdapat berbagai batu karang menyerupai beragam bentuk seperti masjid, hiu, para (atap), goa, dan lainnya. Lokasinya yakni di Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Keunikan lainnya, di lokasi wisata alam seluas 12 hektare ini terdapat jembatan yang dibentuk menyerupai hati sehingga dikenal dengan Jembatan Hati. Cocok sekali untuk dijadikan tempat selfie karena view di atas Jembatan Hati ini langsung mengarah ke sebagian Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi, terutama Pajampangan.
Pemandangan hamparan sawah hijau, permukiman, dan gunung menambah suasana kian menyatu dengan alam. Tak ketinggalan selama berada di Karang Para, pengunjung disuguhi udara sejuk dan bisa merasakan buaian angin lembut pegunungan langsung.
Soal fasilitas, jangan khawatir. Pengelola Wisata Karang Para yang merupakan warga sekitar kerja bareng dengan pemerintahan desa setempat ini sudah menyiapkannya. Mulai toilet umum, mushola, tempat wudhu, dan warung sudah ada, dari pintuk masuk hingga di puncak pegunungan sudah tersedia.
Berbicara tarif, berkunjung ke Wisata Karang Para bisa jadi berwisata hemat. Bayangkan saja, per orang hanya dikenakan tarif Rp 2000 memasuki kawasan Karang Para tanpa dibatasi waktu. Tarif tambahan sebesar Rp2000 lagi dirogoh apabila mau berselfie di Jembatan Hati. Selebihnya, gratis.
Pun fasilitas parkir kendaraan, baik motor maupun mobil terbilang murah dan aman. Pengelola sudah menyiapkan lokasi parkir kendaraan di bawah Karang Para yang terbilang luas. Tarif parkir untuk motor Rp2000 dan mbil Rp5000.
Untuk mencapai ke lokasi Karang Para, pengunjung yang enggan melewati jalan rusak bisa masuk dari ruas Jalan Padjadjaran, Gunungguruh-Lio Cikujang. Jarak dari ruas Jalan Padjadjaran, sekitar 1,5 kilometer dan bisa dilewati menggunakan sepeda motor dan mobil standar meskipun kondisi jalannya agak menanjak. Bahkan jenis city car pun bisa nyaman melintasinya. Jalan rusak berupa berbatu tidak lebih dari 30 meter.
Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan jenis off road, apabila dari arah Sukabumi lebih baik memakai pintu masuk dari Jalan Mangkalaya-Cisaat, tepatnya di pertigaan Pasir Badak, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh. Jika masuk lewat jalur ini hanya sekitar satu kilometer namun kondisinya jalannya berbatu dan rusak.


