Bank Mandiri Gandeng BCA Salurkan Kredit Untuk Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang
030311-BISNIS- JALAN TOL SMG-SOLO- SUL 3 UJI KELAYAKAN TEKNIS: Pekerja menyelesaikan pembuatan trotoar dengan ekskavator di pintu keluar Jalan Tol Semarang-Solo Desa Kalipasir, Kelurahan Kalirejo, Ungaran, Semarang, Kamis (03/03). Jalan tol Semarang-Solo Seksi I (Semarang-Ungaran) yang seharusnya diresmikan pada 28 Februari 2011 kemarin, ditunda sampai April 2011 karena harus menunggu uji kelayakan teknis yang akan dilakukan oleh tim dari pemerintah pusat. (BISNIS / WAHYU SULISTIYAWAN)
Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Semarang-Batang sepanjang 75 km yang menjadi batu ganjalan sepertinya akan segera terselesaikan, setelah Bank Mandiri menyanggupi menyalurkan pinjaman sindikasi bersama BCA senilai Rp1,87 Triliun yang akan digunakan untuk mempercepat proses pembebasan tersebut. Penyaluran pinjaman ini merupakan bentuk nyata Bank Mandiri dalam memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa.
Adapun Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan oleh SVP Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi dan Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Saut P. Simatupang di Jakarta, Rabu, 29 Maret 2017.
SVP Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi mengatakan penyaluran kredit ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis Pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.
“Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian,” jelas Dikdik.
Nili kredit yang disalurkan Bank Mandiri sebesar Rp16,7 triliun untuk 14 ruas tol yang tengah dibangun. Jumlah tersebut dengan realisasi penyaluran sebesar Rp8,4 triliun hingga Desember 2016. Nilai tersebut naik 52% dari Rp5,5 triliun pada akhir 2015 seiring dengan agresifnya Pemerintah dalam mempercepat pembangunan ruas tol utama.
“Hampir 75% kehadiran Bank Mandiri dalam berbagai proyek jalan tol tersebut direalisasikan secara sindikasi, baik dengan bank BUMN maupun bank swasta. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami,” jelas Dikdik
