Sebagai Tuan Rumah, FOBI Aceh Siap Ukir Prestasi di PON 2024
Sebagai tuan rumah, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh siap mengukir prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 mendatang. Seperti diketahui, Provinsi Aceh bersama Provinsi Sumatera Utara sebagai penyelenggara pesta olahraga nasional itu.
Ketua FOBI Aceh Kho Khie Siong mengatakan FOBI Aceh telah memasang target untuk PON yakni dua medali emas dari cabang olahraga barongsai. Dua medali emas ini, di nilainya menjadi perolehan yang ideal karena sesuai dengan kemampuan para atlet-atlet barongsai Aceh
Untuk meraih capaian tersebut, FOBI Aceh telah melakukan persiapan baik dari segi latihan maupun ikut kejuaraan, salah satunya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Yogyakarta pada 7-9 Oktober 2022.

Pada kejuaraan tersebut, Aceh meraih sejumlah medali diantaranya tiga medali perak dan satu perunggu. Meski belum meraih medali emas, capaian tersebut telah membuat bangga Aceh karena atlet-atlet Aceh Barongsai bukan menjadi atlet yang diperhitungkan di Kejurnas ini
“Kalau mau jujur sebenarnya belum, karena kita ditargetkan minimal satu medali emas tapi dari tiga tadi kita hanya mendapatkan tiga medali perak harusnya harapan kita minimal satu medali emas tetapi tidak masalah. Kita lihat pertandingan waktunya padat dan minimnya atlet kami sehingga atlet itu belum istirahat harus main lagi,” kata Kho Khie Siong saat diwawancarai tim EL JOHN Media.
“Kejurnas ini sebenarnya hanya mengasah kemampuan kita, bagaimana tingkat keberhasilan dari pelatihan kita selama ini. Itu menjadi tolak ukur dan akan juga ada tim Monev yang akan menilai apa saja kekurangan kita yang harus kita perbaiki untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di PON 2024,” tambahnya.

Untuk latihan, menurut Kho Khie Siong, para atlet Barongsai Aceh tengah menjalani pemusatan pelatihan daerah atau pelatda. Waktu Lathan pun ditambah agar para atlet dapat lebih terampil dalam melakukan atraksi-atraksi barongsai saat mengikuti PON.
“Berkaitan dengan Pelatda kita, jadi latihan kita itu memang sangat luar biasa ya, dan itu tidak hanya sore. Latihan seperti biasa jadi ditambah, pagi, sore bahkan malam kita Latihan. Jadi memang kita persiapkan anak-anak kita ini, sebelum PON dan kita menghadapi Kejurnas ini, dengan kesiapan yang benar-benar Tangguh,” ujar Kho Khie Siong.
Kho Khie Siong mengungkapkan ada nomor-nomor yang menjadi keunggulan atlet Barongsai di antaranya nomor Ketangkasan yang menjadi nomor baru di olahraga Barongsai. Hal itu, dibuktikan dengan masuk final pada nomor ketangkasan untuk tiga jenis yang dilombakan pada Kejurnas Barongsai. Ketiga jenis yang diperlombakan di nomor ketangkasan tersebut yakni ketangkasan Zou Tou, Shang Tui dan Gua Yao.
“Cabang ketangkasan dan hamper merata kekuatannya. Kalau mungkin dibandingkan tonggak itu banyak senior-senior kita, tapi tetap kita bisa bersaing, meskipun mereka menganggap kita masih anak bawang. Jadi harapan kami di nomor baru ini, baik ketangkasan, kecepatan, halang rintang dan lain sebagainya,” ungkap Kho Khie Siong.

Pada kesempatan ini, Kho Khie Siong menyampaikan apresiasi kepada KONI Aceh yang telah mendukung atlet-atlet barongsai Aceh berlaga di Kejurnas Barongsai. Dukungan tersebut menjadi semangat para atlet untuk mengukir prestasi. Bahkan dukungan akan terus diberikan KONI Aceh hingga penyelenggaraan PON.
“Saya harus memberikan apresiasi kepada KONI Aceh. Mereka mensuport habis, saya juga komunikasi dengan Sekjen KONI Aceh dan mereka akan mempertimbangkan lagi fasilitas yang diberikan di tahun 2023 dan tahun 2024. Kali ini mereka hanya memfasilitasi tujuh atlet dan satu pelatih, kemungkinan di 2023 anggaran akan ditingkatkan,” tutur Kho Khie Siong.
