Dengan Berbagai Upaya, Irwan Sjaiful Bertekad Mengembangkan Olahraga Barosangai di Tanah Papua
Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Papua Irwan Sjaiful bertekad ingin menjadikan olahraga Barongsai sebagai olahraga yang diminati masyarakat Papua. Saat ini, kepengurusan FOBI Papua sedang mengembangkan olahraga yang penuh atraksi ini agar dapat mengukir prestasi untuk Papua.
Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai di Yogyakarta pada 7-9 Oktober 2022 lalu, Irwan Sjaiful bersama sejumlah pengurus FOBI Papua datang ke Kejurnas tersebut, untuk melihat sejauh mana perkembangan olahraga Barongsai yang sedang dilombakan. Bagi Irwan, hal ini penting untuk agar informasi yang didapat dapat diterapkan kepada atlet-atlet Barongsai di Papua.
Irwan telah mencatat apa saja yang dibutuhkan agar Papua memiliki atlet-atlet Barongsai yang profesional, mumpuni dan terampil. Kebutuhan diantaranya, mendatangkan pelatih dari luar Papua, khususnya dari daerah-daerah yang memiliki prestasi pada olahraga Barongsai.

“Kami sedang berusaha untuk mencari pelatih, tapi sebagian mereka tidak mau ke Papua alasan keamanan,. Saya sudah memastikan kalau di Jayapura tuh aman tidak ada apa-apa, tapi ga apa-apa ya kalau ada yang tidak mau, kita tidak ada paksaan, tetap kita tetap mencari pelatih dari luar Papua yang ingin melatih atlet-atlet kami,” kata Irwan saat diwawancarai tim liputan EL JOHN Media.
“Ada juga alasannya yang tidak bisa meninggalkan keluarganya sehingga tidak dapat melatih di Papua, bahkan saya sudah bilang ke mereka tidak perlu khawatir nanti saya sediakan rumah dan kerja di perusahaan saya,” tambahnya
Selain pelatih, pengurus FOBI Papua saat ini, juga sedang gencar mensosialisasikan olahraga Barongsai kepada masyarakat Papua utamanya generasi muda. Masih ada generasi muda di Papua yang belum mengenal olahraga Barongsai, karena itu pemahaman tentang manfaat yang didapatkan dari olahraga ini, harus sampai ke telinga generasi muda dan tidak hanya sebatas mengenal, tetapi generasi muda juga berminat menjadi atlet Barongsai.

“Sosialisasi terus kita lakukan, kita selalu sampaikan kepada kepada generasi muda yang mau jadi atlet silahkan mendaftar tanpa dipungut bayaran. Saya juga sudah berbicara dengan Biak, Manokwari dan Merauke untuk mendaftar tetapi sampai saat ini belum ada, tapi kita akan usahakan ya semoga mereka mau bangkit. Karena olahraga barongsai ini dapat mendidik anak-anak kita dan orang tua mereka pasti senang anaknya dapat kegiatan positif,” ujar Irwan.
Irwan mengakui saat ini jumlah atlet Barongsai di Papua belum ideal harus ditambah dan beberapa atlet ada yang dikirim ke luar Papua untuk mempertajam keterampilannya. Diharapkan, para atlet yang dikirim ke daerah lain dapat membagi ilmunya kepada generasi muda Papua yang berminat menjadi atlet Barongsai.
Sementara itu, terkait dengan sarana dan prasarana, Irwan mengaku masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Saat ini, atlet Barongsai di Papua harus berlatih di tempat yang belum memadai. Karena itu, Irwan berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten yang ada di Papua untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi atlet-atlet Barongsai untuk berlatih.

“Saya harap dukungan pemerintah, supaya olahraga Barongsai di Papua bisa maju. Saya sendiri berusaha keras untuk bisa memajukan olahraga ini karena olahraga Barongsai dapat berdampak positif untuk semua sektor, apalagi di saat ada kejuaraan berlangsung. Kalau sudah ada Gedung olahraga yang memadai kita dapat menggelar kejuaraan Barongsai,” tutur Irwan.
Irwan berharap kerja keras pengurus FOBI Papua dalam mengembangkan olahraga Barongsai di Papua dapat tercapai sehingga dapat mencetak atlet-atlet yang siap meraih prestasi. Jika itu terwujud, maka Papua siap memberikan capaian positif di PON XXI tahun 2024 yang dilangsungkan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
“Target kita di PON 2024 paling tidak kita dapat medali ya. Tolong dibantu doanya semua agar pemerintah daerah juga bisa mendukung penuh atlet-atlet Barongsai kita Berjaya di PON nanti,” tutup Irwan.
