Johnny G Plate Jadi Tersangka, Surya Paloh Kumpulkan Elite Nasdem

0
646471a75a4b8-menkominfo-johnny-g-plate-tersangka_663_372

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mendadak memanggil para elite Nasdem ke DPP Partai Nasdem di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/05/2023).

Pemanggilan ini dilakukan, tak lama setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan penetapan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)  Johnny G Plate sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  Tahun 2020 s/d 2022.

Informasi pemanggilan ini diperoleh dari Ketua DPP NasDem Willy Aditya. Namun Willy belum mengetahui secara pasti apakah pemanggilan berkaitan dengan penetapan Johnny sebagai tersangka atau tidak. Di kepengurusan partai Nasdem, Johnny menjabat sebagai Sekjen.

 “Barusan di telpon Pak Surya. Terkait Pak Plate belum tahu ini saya harus ke DPP dulu,” ujar Willy di UMJ, Rabu (17/05/2023).

Willy juga tidak mau menanggapi sikap apa yang diambil partainya usai Johnny menjadi tersangka.  Willy juga tidak mau berspekulasi siapa yang akan menggantikan Jhonny sebagai Menkominfo.

Saat ditanya apakah penetapan ini berkaitan dukungan Nasdem terhadap pencalonan Anies Baswedan sebagai Presiden RI, Willy tidak mau mengaitkan.

“Ya kita lihat lah nanti, kita enggak bisa berpraduga ya. Kita lihat ya, ranahnya hukum apa, ranahnya politik apa?” tuturnya.

Dia hanya memastikan proses hukum yang sedang berjalan tidak akan mengganggu proses pencalegan Partai NasDem dalam menghadapi Pemilu 2024.

 “Enggak. Enggak ada hubungannya dengan pencalegan, pencapresan. Kita tunggu lah,” ucapnya.

 Pernyataan Willy terkait pemanggilan oleh ketua umum Nasdem, tidak jauh berbeda apa yang disampaikan Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni. Di temui di kompleks DPR, Sahroni menegaskan bahwa kader Nasdem patuh dengan proses hukum. 

“Baru tahu tadi di dalam, kita ikuti proses hukum. Dan siapa pun yang terkait dengan hukum kita taat pada hukum. Saya baru ditelepon Ketum dan langsung ke DPP tinggal tunggu arahan beliau,” kata Sahroni.

Lebih lanjut Sahroni mengungkapkan bawa Nasdem tidak mau berbicara banyak tentang perombakan kabinet setelah Kejagung menetapkan Jhonny sebagai tersangka. Menurutnya, Nasdem menyerahkan sepenuhnya  kepada Presiden terkait  reshuffle.

 “Kalau reshuffle itu kan hak prerogatifnya Bapak Presiden. Jadi saya ketemu Bapak Ketum dulu perintah Ketum apa nanti dengan kondisi ini Ketum pasti menyikapi dengan hal yang sama. Semua taat pada hukum dan kita tunggu arahan Ketum,” ujarnya.

Selain itu, Sahroni enggan mengaitkan Plate tersangka dengan politis. Sahroni lebih menekankan latar belakang Johnny Plate dengan kasus kini menyeretnya.

“Kalau terkait dengan politik, kan memang suasana politik ini kan sangat dinamis mau menjelang 2024, tapi kan karena yang bersangkutan Pak JP diumumkan tersangka tadi oleh Kejaksaan, saya rasa ini bukan terkait politis, tapi memang latar belakang hukum yang berlaku kepada JP telah ditetapkan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *