Pererat Hubungan Kerja Sama, AMI Undang Asosiasi Mainan Chenghai Untuk Makan Malam Bersama

0
IMG_9820

Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) mengundang Asosiasi Mainan Chenghai, Shantou, Tiongkok untuk makan malam bersama di Lee Palace Chinese Restaurant, Gedung HXC  Hotel Harris Vertu, Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Rabu malam (12/07/2023).

Dari pihak AMI yang hadir pada acara ini, antara lain  Ketua Umum AMI Sutjiadi Lukas,  Dewan Pembina AMI, Darmadi Durianto yang juga sebagai Anggota Komisi VI DPR RI dan sejumlah pengurus AMI.  Tak ketinggalan, Founder & Chairman MarkPlus Corp Hermawan Kartajaya juga ikut hadir pada acara yang bermanfaat ini.

Sementara itu.  dari Asosiasi Mainan Chenghai yang hadir, di antaranya President Asosiasi Mainan Chenghai Yi Xian Huang,  Penasehat Asosiasi Mainan Chenghai Alex Wong serta beberapa pengurus.  Acara jamuan makan malam berlangsung harmonis dan penuh keakraban.

Ketua Umum AMI Sutjiadi Lukas mengatakan acara jamuan makan malam  ini digelar, untuk mempererat hubungan AMI dan Asosiasi Mainan Chenghai. Lukas menjelaskan hubungan keduanya sudah berjalan 8 tahun, bahkan selama menjalin persahabatan, AMI maupun Asosiasi Mainan Chenghai silih berganti datang ke Tiongkok dan Indonesia.

Lukas mengungkapkan, selain untuk mempererat hubungan, jamuan makan malam ini digelar untuk menjajaki kerja sama   saling menguntungkan antar kedua pihak. Kerja sama tersebut meliputi transfer teknologi dan investasi.

“Pengusaha Mainan di Indonesia  tidak terlepas dari Tiongkok, pertama  dari segi teknologi kemudian kedua itu dari segi kebutuhan-kebutuhan komponen yang saat ini belum tersedia di Indonesia, seperti itu bentuk kerjasama yang kita aka lebih fokuskan,” kata Lukas saat di wawancarai tim liputan EL JOHN Media.

“Selain itu, kita  juga mengundang mereka untuk berinvestasi di Indonesia  agar dapat memenuhi kebutuhan industri mainan  dalam negeri,  sehingga kita tidak butuh lagi impor, bahkan dengan investasi ini, Indonesia dapat ekspor lebih banyak lagi produk-produk mainan ke banyak negara,” tambah Lukas.

Menurut Lucas, industri  mainan di Chenghai dapat dikatakan sebagai industri mainan terbesar di dunia. Ada sekitar 6000 industri mainan yang tersebar di Chenghai baik industri besar maupun kecil. Oleh karena itu,  menjalin kerja sama dengan Asosiasi Mainan Chenghai merupakan peluang untuk mengembangkan industri mainan dalam negeri.

“Prospek industri mainan di Indonesia sangat bagus ke depan, karena di Indonesia, setidaknya ada 4 juta bayi yang  lahir. Kalau satu anak aja, mendapat dalam setahun empat mainan saja berarti sudah 16 juta setahun mainan yang dibutuhkan. Jadi kebutuhan mainan tidak akan putus, bahkan terus bertambah,” ujar Lukas.

Penasehat Asosiasi Mainan Chenghai Alex Wong menyampaikan terima kasih kepada AMI yang menyambut kedatangan Asosiasi Mainan Chenghai melalui acara jamuan makan malam. Asosiasi Mainan Chenghai selalu siap mempererat hubungan kerja sama dengan AMI, untuk pengembangan industri mainan di Indonesia maupun di Chenghai.

“Kita akan membangun kerja sama dengan AMI lebih erat lagi baik kerja sama untuk merek maupun perdagangan. Di harapkan dengan kerja sama yang dbangun dapat memperluas produk mainan Indoensia dan Chenghai ke Asia Tenggara,” kata Alex dalam bahasa mandarin.

“Kedepan kita juga akan banyak bekerja sama dengan industri lokal  dan harapannya  industri lokal juga bisa belajar ke Chengai  sehingga kedua belah pihak bisa saling mengisi,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *