Tiga Bakal Capres Adu Gagasan di Rakernas Apeksi 2023
Tiga bakal calon presiden pada pemilu 2024 yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto beradu gagasan di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, (13/07/2023).
Kehadiran bakal calon presiden ini, merupakan undangan Apeksi untuk memaparkan gagasannya tentang pembangunan kota di masa depan.
Satu persatu para bakal calon presiden memaparkan gagasannya. Untuk Ganjar Pranowo, gagasan yang dilontarkan di antaranya mengenai pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan. Ia menyebut rencana pemindahan IKN itu bukan sekadar memindahkan tempat.
“Kenapa pak presiden memindahkan ibu kotanya ke wilayah Kalimantan? Itu bukan pindahkan tempat loh. Tapi memindahkan mindset,” kata Ganjar

Ia lalu mengatakan pemindahan Ibu Kota ke Nusantara akan mewujudkan mimpi Indonesia di masa depan. Baginya, pemindahan ini tak sekadar memindahkan fisik, melainkan juga mengubah perilaku masyarakat Indonesia yang ke depannya.
Ganjar pun berharap pusat pertumbuhan Indonesia dapat terdistribusi secara merata ke berbagai wilayah.
“Nanti ada perilaku, ada cerita ekonomi hijau dan ekonomi biru itu dalam desain besar yang ada di sana. Harapannya biasanya kalau gulanya ditaruh di situ, semutnya akan datang. Maka kemudian apa yang diusulkan tadi bagaimana Kalimantan dikelola, saatnya kita berbicara,” kata dia.
Ganjar menjelaskan bahwa sistem transportasi di IKN nantinya haruslah sudah menggunakan mobil listrik sehingga bisa menekan emisi karbon.
“Kita akan bicara sistem transportasinya dengan teknologi baterai yang kemudian nol karbon, dalam arti tidak ada polusi atau di-reduce sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menyinggung soal ketimpangan dalam pembangunan yang ada di Indonesia selama ini. Anies miris melihat citra foto satelit saat malam hari beberapa wilayah yang terang di Indonesia bagian Barat. Anies mengatakan wilayah yang paling terang adalah di Pulau Jawa, Khususnya di ibu kota Jakarta. Sementara yang lain hanya titik-titik terang. Khusus di Indonesia Timur masih sangat gelap.
“Ada ketimpangan yg luar biasa, di lihat dari lampu saat malam hari,” katanya,
Ia mengatakan tidak perlu menggunakan statistik untuk melihat ketimpangan yang ada di Indonesia saat ini. Sehingga pihaknya akan berusaha untuk memberikan program yang membuat terang di Indonesia merata.
“Program ke depan kita ingin melihat seluruh kota menyala saat dilihat dari udara,” jelasnya.
Ia berharap ke depannya seluruh pemangku kepentingan berkerja sama atau berkolaborasi dalam membangun Indonesia yang jauh lebih baik. Yang paling penting untuk diperhatikan kata Anies dalam pembangunan Indonesia di masa depan adalah pembuatan konsep dan ide-ide inovatif untuk menangani masalah yang ada.

Sedangkan, untuk Prabowo Subianto, gagasan yang diutarakan seputar hilirisasi. Menurutnya program hilirisasi yang diinisiasi Presiden Jokowi sudah benar. jika masyarakat memberikannya kepercayaan untuk memimpin Indonesia, maka ia akan meneruskan program tersebut.
“Jadi saudara-saudara sekalian, strategi pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Presiden Joko Widodo sudah benar,” ujar Prabowo
“Dan saya bertekad seandainya saya menerima mandat dari rakyat, saya akan teruskan strategi yang sudah benar ini,” sambungnya.
Prabowo menjelaskan program hilirisasi yang saat ini dijalankan mampu membuat pendapatan Indonesia menjadi lebih besar. Sebab, negara tidak lagi menjual barang mentah.
“Sebagai contoh, Presiden kita, Presiden Joko Widodo bertekad untuk sumber alam kita tidak boleh dijual murah dalam bentuk bahan mentah. Beliau bertekad dan beliau melaksanakan program hilirisasi, artinya bahan-bahan kita harus diolah di Tanah Air kita sendiri,” jelasnya.
