PSMTI dan CCPIT Commercial Sub-council Teken MoU di Acara CIEIE EPSE 2023
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan CCPIT Commercial Sub-council menandatangani nota kesepahaman atau MoU di bidang promosi melalui pameran produk-produk unggulan di kedua negara yakni Indonesia dan Tiongkok.
MoU tersebut ditandatangani di sela-sela acara pembukaan China International E-Commerce Industry Expo and Indonesia E-Commerce Product Sourcing Exhibition (CIEIE EPSE 2023) yang dilangsungkan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Dewan Penyantun PSMTI yang juga sebagai CEO PT Global Eagle Indonesia & PT AKS Abraham Rudy; Ketua Harian II PSMTI sekaligus CEO EL JOHN Media Martinus Johnnie Sugiarto serta Pimpinan CCPIT Commercial Sub-council.

Penandatangan MoU ini merupakan Langkah awal untuk menjalin lebih erat lagi kerja sama PSMTI dengan pihak CCPIT, khususnya dalam penyelenggaraan pameran, seperti pameran CIEIE EPSE 2023.
CCPIT merupakan badan nasional perdagangan luar negeri dan agen promosi investasi dengan 800 kantor cabang di setiap kota di Tiongkok dan memiliki 20 kantor perwakilan di seluruh dunia.
Abraham Rudy mengatakan dirinya merasa senang dapat hadir di acara pembukaan CIEIE EPSE 2023. Pameran E-Commerce ini menjadi momentum untuk menjalin dan mempererat kerja sama antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Tiongkok.
“Saya menyambut semua peserta pameran Tiongkok ke Indonesia untuk menjalin hubungan kerja sama dengan kami. Bisnis utama perusahaan kami adalah impor dan investasi, dan kami memiliki kerja sama jangka panjang dengan perusahaan Tiongkok,” kata Abraham Rudy.

Menurut Abraham Rudy, Indonesia merupakan negeri yang memiliki potensi yang besar untuk menjalin hubungan kerja sama. Jumlah penduduk yang banyak, sumber daya alam yang melimpah dan memiliki pasar yang besar , menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan untuk berinvestasi maupun berkerjasama. Begitupun dengan Tiongkok, yang memiliki teknologi mutakhir, industri yang kuat dan produk dengan kualitas terbaik menjadi peluang yang besar bagi perusahaan di Indonesia untuk berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok.
“Indonesia. Dilihat dari keunggulan kedua negara, potensi kerja sama sangat besar. Kami menyambut Anda untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan kami, menciptakan peluang kerja sama, dan berkontribusi pada peningkatan hubungan perdagangan antara kedua negara berdasarkan kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Abraham Rudy.

Seperti diketahui, pihak panitia menyediakan 10 booth secara gratis untuk pelaku usaha yang menjadi anggota PSMTI pada pameran CIEIE EPSE 2023. Pameran ini menempati area seluas 10.000 m². Dari luas area tersebut ada lebih dari 300 pelaku usaha dari Indonesia dan Tiongkok yang memperkenalkan produk unggulannya.
Produk yang dipamerkan terdiri dari 12 kategori utama, termasuk teknologi AI, high style, aksesoris mobil dan motor, tekstil, serta kebutuhan ibu dan mainan bayi, yang sesuai dengan selera pembeli Indonesia dan pasar konsumen lokal.

Penyelenggaraan CIEIE EPSE 2023 akan lebih mendorong kerja sama perdagangan non-pemerintah atau bisnis kedua negara, mendukung berkembangnya industri ekonomi digital Indonesia, membuka interaksi dan integrasi industri yang menguntungkan kedua negara
