Pemkab Cianjur Akan Siapkan Kereta Wisata Menuju Gunung Padang

0
kereta wisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat menerima berbagai keluhan dari warga terkait mahalnya ongkos dari stasiun ke wisata  Gunung Padang. Mereka harus membayar ongkos ojek dari stasiun ke Gunung Padang yang mencapai Rp100.000 untuk pulang pergi karena tidak ada angkutan umum ke lokasi tersebut.

“Harapan kami ada angkutan murah yang disediakan pemerintah dari Lampegan ke Gunung Padang karena kalau pake ojek untuk pulang pergi kembali ke Lampegan, kami harus membayar Rp100.000 untuk satu ojek, sedangkan tiket kereta api hanya Rp6.000 untuk pulang pergi,” kata Yoyoh (36) warga Kelurahan Sayang, Cianjur.

Namun keluhan tersebut akan tidak ada lagi seiring adanya rencana Pemkab Cianjur menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk mengaktifkan kereta wisata menuju Gunung Padang, sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum dan juga untuk menekan ongkos perjalanan yang terlalu mahal.

“Kami akan mengoptimalkan angka kunjungan wisatawan ke Gunung Padang dengan mengunakan kereta yang berhenti di Stasiun Lampegan, selanjutnya wisawatan dapat mengunakan kendaraan wara-wiri dari stasiun menuju situs,” kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Minggu, 7 Mei 2017.

Dia menuturkan Pemkab Cianjur sempat merencanakan pembuatan kereta wisata sebagai sarana dan prasarana penunjang tempat wisata di Situs Meghalitik Gunung Padang, sehingga rencana tersebut akan segera dilaksanakan.

“Wisatawan yang tidak mengunakan kendaraan pribadi dapat memanfaatkan kereta untuk sampai ke Gunung Padang,” katanya.

Herman mengaku ada peningkatan volume penggunaan kereta berdasarkan data yang masuk ke Pemkab Cianjur. Meski demikian Pemkab Cianjur akan terus meningkatkan  jumlah wisatawan yang berkunjung ke wisata Gunung Padang dengan menyediakan kereta wisata yang khusus membawa wisatawan sampai ke Stasiun Lampegan dan selanjutnya disediakkan kendaraan khusus untuk sampai ke lokasi.
“Tahun depan akan kita realisasikan sehingga wisatawan yang datang mengunakan kereta dengan tarif murah ditambah kendaraan wara-wiri dengan harga yang terjangkau pula, sehingga angka kunjungan akan terus meningkat karena biaya yang dikeluarkan tidak mahal,” ujar Herman.

Untuk saat masih ada pengerjaan sejumlah fasilitas penunjang lainnya yang harus diselesaikan  seperti rest area di Lampegan dan jalan alternatif menuju Gunung Padang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *