DestinationTourismTransportationTravel

JIBW 2017 Sebagai Ajang Tingkatkan Pariwisata DKI Jakarta

Sabtu, 6 Mei 2017 dan Minggu 7 Mei 2017 ada yang berbeda di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Di area tempat nongkrong muda-mudi ini dipenuhi oleh ribuan Biker dari penjuru nusantara. Bahkan dari luar negeri juga ikut hadir. Para Biker ini kumpul di Parkir Timur Senayan untuk mengikuti Gelaran Jakarta International Bike Week (JIBW) 2017. Acara yang diselenggarakan oleh Motor Besar Club Indonesia (MBCI) dan untuk pertama kalinya  ini, dilakukan guna membantu meningkatkan pariwisata DKI Jakarta dan Indonesia pada umumnya.

“Acara ini merupakan silaturahmi akbar bikers dunia, karena hari ini hadir bikers dari Timur Tengah, Eropa, Asia, hadir semua di sini. Kita ingin menunjukkan jika Jakarta atau Indonesia pada umumnya tidak seperti yang mereka duga, merupakan neraka bagi pemotor besar,” ujar Irianto Ibrahim, Ketua Panitia JIBW 2017, saat berbincang dengan wartawan, Sabtu, 6 Mei 2017.

Di hari pertama saja  Sabtu 6 Mei 2017, JIBW 2017 telah didatangi lebih dari dari 1.000 bikers dari berbagai bendera komunitas dan klub ataupun perorangan, klaim Irianto. Untuk itu berbagai lokasi untuk bikers dan semua kalangan itu telah disiapkan penyelenggara, seperti konsultasi kesehatan gratis oleh RS Omni, bikers performance show oleh freestyler Wawan Tembong dan Polwan, penampilan delapan band termasuk di antaranya RIF, bazar otomotif, festival kuliner, dan pemecahan rekor MURI kategori pengunjung bikers moge terbanyak.

Dalam area JIBW, berbagai diler sepeda motor turut menawarkan produknya dengan berbagai promo menarik. Seperti Nusantara Harley-Davidson yang menawarkan potongan harga hingga Rp 25 juta untuk Street 500, Anak Elang H-D, BMW Motorrad Maxindo Moto yang menghadirkan G310R, Piaggio Indonesia yang diwakili Premier menampilkan Moto Guzzi, dan jajaran Vespa terbaru, serta beberapa Importir Umum dengan berbagai produk cruiser dan sport touring.

Bahkan Pertamina menampilkan produk Pertamax Turbo RON 98, dan aplikasi Pertamina GO. Di sisi lain tampak pula berbagai booth menyediakan berbagai aksesori motor dan apparel untuk riding seperti rompi kulit dan sebagainya.

 

 

Meskipun diadakan oleh komunitas motor besar, gelaran ini terbuka untuk seluruh bikers, baik motor besar maupun motor kecil. Bahkan, pihak penyelenggara mengundang Indonesia Difabel Motorcycle Community (DMC).

“Saya ingin menunjukkan pengguna motor besar itu tidak membatasi. Wah acara motor besar untuk motor besar saja. Ini kan bikers, roda dua, disable saja roda dua. Harus bersatu, bergandengan tangan, kita brotherhood. Jangan hanya teriak, tapi tidak dibuktikan. Jangan ada diskriminasi,” ujar Irianto.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button