Dinas Pariwisata Sumbar Support Pembinaan Sertifikasi Kompetensi Pariwisata

0
the-world-halal-tourism-award-whta-2016_20161210_184807

Pengadaan sertifikasi kompetensi bagi para tenaga kerja pariwisata merupakan hal penting. Kali ini Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat berupaya dalam melakukan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM pariwisata dengan menggelar acara bertemakan “Peningkatan Kompetensi SDM Pariwisata Bidang Perhotelan Sumatera Barat”. Ini merupakan kunci untuk bersaing di dunia internasional yang semakin kompetitif.

Acara ini digelar di Hotel Nikita Bukittinggi sejak 8-10 Mei 2017, acara tersebut dibuka oleh Kadin Provinsi Sumatra Barat Oni Yulfian dan Direktur Ekslusif Lembaga Sertifikasi Profesional (LSP) hotel dan restoran
Dinas pariwisata provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan kegiatan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja pariwisata. Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM pariwisata ini menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan global yang semakin kompetitif.

Peserta di acara tersebut adalah kebanyakan tenaga kerja dari perhotelan di Sumatra Barat baik Housekeeping, Front Office, Food & Beverage yang mencapai 50 orang. Dalam acara tersebut kegiatan terdiri dari pola bersosialisasi dan uji kompetensi yang berlanjut ke praktek lapangan.

Oni juga menjelaskan bahwa nantinya secara standar dalam pemenuhan sertifikasi sebagai bukti tenaga kerja yang kompeten mencakup tiga hal yaitu ilmu pengetahuan, keterampilan dan perilaku.

“Ketiga-tiga ini harus sejalan, jika salah satu tidak sejalan, orang itu belum bisa dikatakan kompeten. Secara umumnya dalam berkompetensi orang itu bersertifikat, orang itu akan lebih unggul dibandingkan yang tidak mempunyai sertifikat,” kata Oni Yulfian.

Oni juga menambahkan bahwa terkait SDM pengelolaan dan pelayanan pariwisata yang masih kurang atau minim apalagi dalam perencanaan implementasi pelayanan dan manajemen pemasaran yang masih terbatas sehingga diharapkan dengan sertifikasi kompetensi akan meningkatkan kapasitas pengelola usaha pariwisata serta nantinya diberikan uji kompetensi.

“Kita berusaha semua tenaga pariwisata itu bersertifikat kompetensi, target kita semua akan bersertifikasi, tapi untuk tahun 2017 ini hanya 50 orang yang mengikuti uji kompetensi. Dengan adanya MEA, ini suatu tantangan untuk kita, di ASEAN kalau dilihat secara porsentasi, posisi Indonesia di antara negara-negara Asean begitu-begitu saja. Jadi dari itu kita harus serius untuk menegakan standard tenaga kerja,” papar Oni.

Melihat jumlah wisatawan mancanegara yang tercatat di tahun 2016 ke Sumatra Barat adalah sekitar 49.000 pengunjung sedangkan dari wisatawan nusantara mencapai angka 7.3 Juta pengunjung.
“Ini sangat kecil sekali, potensi kita sebenarnya sangat luar biasa. Kendala yang kita hadapi kini masalah insfrastruktur yang perlu dibenahi, seperti jalan menuju tempat wisata yang padat lalu lintas, terutama di waktu liburan,” tambah Oni.
Oni juga ingin dalam pengembangan pariwisata agama dan budaya sehingga nantinya seluruh hotel akan menerapkan pemakaian seragam yang sopan atau pemakaian kostum budaya lokal.

“Gunakan baju yang menunjukkan ciri khas budaya kita agar wisatawan terkesan dan betah di hotel. Soal harinya kan pihak hotel bisa mengaturnya,” ujar Oni.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sudah pernah memaparkan terkait penerapan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja pariwisata hingga level ASEAN.

“Ini merupakan strategi dalam meningkatkan kualitas SDM bidang pariwisata agar bisa bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Kalau bangsa ini SDM nya bagus, pasti menang dan itu tergantung manusianya ” kata Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *