Kadispar Bali Akan Gandeng PHRI dan Asita Untuk Promosikan Desa Wisata
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha memiliki jurus jitu dalam menarik wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung dan menikmati desa wisata yang ada di 9 kabupaten/kota di Bali. Jurus itu adalah dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indoensia (PHRI) Bali dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali untuk menjadikan desa wisata sebagai paket promosi yang ditawarkan kepada wisman khususnya wisatawan asal eropa.
“Sekarang begini saya punya program setelah ini, saya akan panggil PHRI Bali bagaimana untuk menjadikan mereka itu desa wisata ini menjadi anak angkat, sehingga nanti tamu yang datang ke hotel mereka itu dipaketkan dengan desa wisata yang ada termasuk Asita . Asita ini nanti juga yang membawa tamunya ke sana, itu harapan saya,” ujar Yuniartha kepada redaksi EL JOHN News di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan ke-II tahun 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017.
Yuniartha mejelaskan dalam mempromosikan desa wisata di Bali, pihaknya tidak sekedar menikmati keindahaan namun yang dikedepankan adalah bagaimana wisman dapat merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.
“Kita di 9 kabupaten kota itu, kita mempunyai ke khasan masing-masing. Jadi ada kemarin itu kita ajak dia cara membuat lawar dari bahan baku sampai jadi, habis itu dia makan. Nah itu yang kita jual,” ungkap Yuniartha.
Jika para wisman harus menikmati keindahan alam di desa wisata, maka yang disuguhkan adalah bagaimana cara menanam padi dan memetik kopi.
“Jika keindahan alamnya sawah kita ajak dia melihat orang menanam padi kita ajak dia bagaimana cara memetik padi, kalo perkebunan kita aja dia bagaimana dia memetik kopi,” tambah Yuniartha.
Yuniartha optimis terobosan yang diusungnya ini akan membuahkan hasil, dengan bertambahnya jumlah wisman yang mengunjungi desa wisata di Bali. Menurut Yuniartha saat ini ada 180 desa wisata yang tersebar di 9 kabupaten/kota. Tidak berhenti sampai disitu, Dispar Provinsi Bali kini sedang menambah 100 desa wisata lagi hingga tahun 2018. Bahkan dari target 100 desa wisata itu, 70 desa wisata sudah dibangun dan sisanya sedang berjalan sampai tahun 2018. Untuk memompa semangat desa wisata mempromosikan diri, Yuniartha telah membuat lomba desa wisata.
“Sekarang ini kita lombakan 36 desa wisata kita lombakan tahun ini sudah berjalan sedang dinilai apa yang dilakukan,” lanjut Yuniartha.