Menhub Tekankan Pentingnya Terobosan untuk Transportasi Massal Perkotaan

0
img-5291

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggarisbawahi perlunya langkah-langkah inovatif agar lebih banyak daerah dapat mengimplementasikan sistem transportasi massal perkotaan yang efektif. Pernyataan ini disampaikannya melalui pesan video saat menjadi keynote speaker di Seminar Nasional yang bertajuk “Tinjauan Aspek Kebijakan Publik dalam Penyelenggaraan Sistem Transportasi Perkotaan Berbasis Angkutan Umum Massal” di Universitas Diponegoro, Semarang, pada Kamis (10/10/2024).

Dalam sambutannya, Menhub menekankan bahwa saat ini pemerintah daerah belum sepenuhnya dapat menjalankan tugasnya dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan secara optimal. “Untuk itu, diperlukan berbagai terobosan agar semakin banyak Pemerintah Daerah yang mampu dan berpihak pada angkutan umum massal secara mandiri,” ungkap Menhub.

Ia mencatat bahwa sekitar 57% dari total 277 juta penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, dan angka ini diprediksi akan meningkat menjadi 66,6% pada tahun 2035. Peningkatan jumlah penduduk di kota-kota besar akan menuntut adanya solusi transportasi publik yang efisien dan nyaman. “Transportasi perkotaan adalah isu strategis untuk masa kini dan masa depan,” lanjutnya.

Menhub juga menyoroti pengembangan infrastruktur transportasi massal sebagai salah satu prioritas utama pemerintah. Meskipun beberapa kota besar seperti Jakarta, Solo, dan Semarang telah menunjukkan kemajuan, masih banyak daerah yang menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, integrasi sistem, dan pelayanan.

Dalam upayanya untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum, Menhub mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan memberikan subsidi melalui skema Buy The Service (BTS). Saat ini, skema ini telah diterapkan di 14 kota yang melayani hingga 75 juta orang, meskipun baru sekitar 20 pemerintah daerah yang berkomitmen untuk menyelenggarakan transportasi umum massal dengan menggunakan anggaran daerah.

Menhub berharap seminar ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong mereka untuk lebih berpihak pada transportasi massal perkotaan. “Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingatkan kembali tentang nilai strategis dan keberpihakan terhadap pengelolaan transportasi perkotaan,” pungkasnya.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, juga menyoroti pentingnya transportasi dalam masalah mobilitas di perkotaan. “UNDIP melaksanakan seminar ini untuk memberikan wawasan dan rekomendasi bagi pemerintahan ke depannya mengenai penyediaan transportasi publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Seminar ini turut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tatan Rustandi, Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono, dan pengamat transportasi Djoko Setijowarno, yang semuanya berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dalam penyelenggaraan transportasi publik di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *