JAConnexion, Layanan Bus Tujuan Bandara Segera Dirilis Kemenhub-BPTJ

0
rvummvwma1gyg58xcxhe

Guna menghindari penuhnya jumlah kendaraan yang memasuki Bandara Soekarno Hatta (Soetta), oleh karena itu Kementerian Perhubungan bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) akan mempersiapkan 91 bus yang dinamakan JAConnexion agar memberikan perjalanan dari melalui beberapa hotel dan mall bagi penumpang pesawat menuju Bandara Soekarno Hatta.

Penyediaan layanan JAConnexion tersebut nantinya akan mengakomodir kebutuhan penumpang yang akan menuju bandara.tarif yang dibuat adalah sebesar Rp.50 ribu untuk sekali jalan ke bandara. Dengan ini diharapkan bisa mengurangi penumpukan kendaraan di area Bandara tersebut.

Kepala BPTJ Elly Sinaga menjelaskan bahwa akan memiliki rute dari 15 hotel berbintang serta 7 mall besar. Untuk launching akan segera dimulai hari ini Selasa 30 Mei 2017 bertempat di Terminal 3 Ultimate Soetta.

“Launcing akan dilakukan hari ini (Selasa 30/5/2017) di Terminal 3 Ultimate,” ujar Elly.

Elly juga mengatakan bahwa setidaknya ada sekitar 75 juta penumpang ke bandara soekarno Hatta setiap tahunnya. Namun penggunaan transportasi massal hanya terdapat 10 persen, atau 7,5 juta saja. Sisanya adalah memakai kendaraan pribadi.

Untuk pemilihan rute dari hotel dan Mall menjadi awal pemberangkatan bukanlah tanpa alasan. Meningkatnya okupansi masyarakat yang berangkat dari titik itu, sehingga ini menjadi inisiatif untuk membuat rute dari hotel dan mall ke bandara.

“Dari penelusuran kami akhirnya terungkap kebanyakan masyarakat berangkat berasal dari hotel dan mall,” jelas Elly.

Lebih lanjut, Elly mengatakan bahwake 91 bus itu nantinya akan di operasikan melalui empat operator yang terdiri dari 15 kendaraan Blue Bird, 10 unit kendaraan Damri, 16 unit bus Sinar Jaya, dan 50 unit kendaraan PPD. Semua transportasi diatas berkelas premium dengan fasilitas Televisi, AC, Wifi dan ada televisi lagi di setiap bangkunya.

“Intinya, kami harapkan supaya penggunaan kendaraan ke arah bandara selesai,” kata dia.

Pengamat transportasi Universitas Trisakti, Nirwono Jogo mengapresiasi inovasi tersebut, namun dia mengharapkan adanya kepastian waktu keberangkatan.

“Ini kan berbeda bila menunggu bukan di hotel. Akan terasa nyaman bila langsung berangkat, selain itu ruang tunggu yang dihadirkan juga akan semakin baik dengan kondisi hotel dan mal,” kata Nirwono.

Nirwono juga mengingatkan agar tempat pemberangkatan yang dipilih harus terintegrasi dengan angkutan lainnya seperti dukungan transportasi dari KCJ dan Transjakarta.

Menurut Niwono dengan cara ini akan mendorong masyarakat untuk lebih memilih penggunaan transportasi umum dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

“Logikanya begini, bila integrasi cukup sulit, dan tak terkonek moda transportasi lain. Apa ubahnya dengan tetap menggunakan kendaraan pribadi. Inilah yang harus di perhatikan BPTJ kedepannya,” ungkap Nirwono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *