Sukses Gelar Final Water Cube Cup 2025, BKPBM Kirim 4 Finalis Berkompetisi di Beijing

0
DSC00055 (2)

Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) kembali mencatatkan prestasi dengan sukses menggelar kompetisi tahunan bergengsi Water Cube Cup 2025. Ajang pencarian bakat menyanyi lagu-lagu berbahasa Mandarin ini menjadi wadah para talenta Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional dalam acara Culture China – Water Cube Cup Chinese Song Contest yang akan diadakan di Beijing, Tiongkok.

Final nasional kompetisi ini digelar secara megah pada Sabtu, (10/5/2025), di Integrity Convention Center, Jakarta Utara. Sebanyak 40 finalis tampil memukau di hadapan para juri profesional dan penonton yang memadati ruangan. Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari babak penyisihan yang sebelumnya diikuti oleh 121 peserta dari 16 provinsi di Indonesia.

Kompetisi ini dibagi ke dalam dua kategori: remaja dan dewasa. Dalam seleksi awal, para peserta harus melalui proses penjurian yang ketat, menampilkan kemampuan vokal serta penguasaan bahasa Mandarin. Melalui proses seleksi yang kompetitif dan penuh tantangan, 40 peserta akhirnya berhasil melangkah ke babak final.

Ketua BKPBM Arifin Zain, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Water Cube Cup 2025 tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat dalam bidang menyanyi lagu Mandarin, tetapi juga merupakan sarana strategis dalam penguatan kemampuan bahasa Mandarin bagi generasi muda Indonesia dan membangun jembatan persahabatan lintas bangsa.

Arifin mengungkapkan bahwa sejak awal berdirinya BKPBM pada tahun 2011, tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan seperti Water Cube Cup adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin di kalangan pelajar dan remaja Indonesia.

“Waktu tahun 2011, bahasa Mandarin masih sangat minim, belum seperti sekarang. Jadi kami ingin melalui lagu-lagu, atau menyanyi, dapat meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin, supaya mereka lebih mahir,” jelasnya.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Water Cube Cup juga diharapkan menjadi medium yang memperluas wawasan generasi muda terhadap budaya Tiongkok, sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa. Arifin menekankan pentingnya membuka ruang bagi anak-anak muda Indonesia agar bisa mengenal teman sebaya dari berbagai negara, khususnya Tiongkok.

“Tujuan kami juga agar mereka bisa kenal lebih banyak teman di seluruh dunia, dan membawa nama baik Indonesia di pentas dunia internasional,” katanya.

Juara pertama kategori dewasa  Mulio Waluyo tak kuasa menahan rasa haru setelah namanya diumumkan sebagai pemenang. Kemenangan tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan juga penanda kembali  ke dunia tarik suara setelah sebelumnya sempat berhenti bernyanyi selama enam tahun.

“Aku nggak nyangka sih. Nggak kepikiran aja. Aku kira aku nggak bakal punya chance untuk menang,” ujar Mulio

. “Aku enam tahun nggak nyanyi sebelum ini. Ini lima bulan setelah aku balik nyanyi karena suara aku sempat hilang,” sambungnya

Meski sempat vakum, kecintaannya pada lagu-lagu Mandarin tak pernah surut. Mulio tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang dekat dengan budaya Tiongkok. “Dari dulu, sekolah aku sekolah Mandarin. Jadi aku banyak banget belajar lagu-lagu Mandarin,” katanya.

Bahkan sejak masa SMA, ia kerap mengikuti berbagai kompetisi menyanyi dan selalu di jalur lagu-lagu Mandarin. “Channel aku nyanyi cuma di Mandarin. Nggak ketemu bahasa lain. Tapi ya gitu, akhirnya jadi suka,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Michiko Tanaka yang meraih juara pertama kategori remaja.  Remaja yang dikenal memiliki suara merdu itu mengaku sama sekali tak menyangka akan membawa pulang gelar juara. “Sebenernya senang banget dan bersyukur banget bisa dapet juara 1 di ajang Water Cube Cup,” ujarnya.

Michiko mengaku  sejak awal dirinya tidak memasang ekspektasi tinggi. Ia mengaku sempat minder dengan banyaknya peserta lain yang tampil luar biasa. “Jujur sebenernya nggak expect dapet juara, soalnya kan saingannya lumayan berat. Tapi ya, puji Tuhan bisa dapet juara 1,” katanya penuh syukur.

Michiko menuturkan bahwa ia mempersiapkan diri sekitar satu setengah bulan untuk kompetisi ini. Lagu yang dibawakannya adalah lagu favoritnya, yang menurutnya memiliki ikatan emosional yang kuat. “Aku pilih lagu ini karena itu lagu favoritku dan itu membawa ingatan kembali ke masa lalu,” ungkapnya.

Meski baru pertama kali mengikuti Water Cube Cup, Michiko bukanlah pendatang baru di dunia kompetisi menyanyi. Ia mengaku sudah cukup sering mengikuti berbagai lomba vokal sejak beberapa tahun terakhir. Namun, gelar juara ini menjadi yang paling membanggakan sepanjang karier bernyanyinya. “Ini pencapaian tertinggi selama ini,” ucapnya.

Michiko Tanaka, Mulio Waluyo dan dua pemenang lainnya menyatakan kesiapannya untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang Culture China – Water Cube Cup Chinese Song Contest 2025 di Beijing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *