Pemprov DKI Jakarta Kaji Wacana Pembukaan Taman 24 Jam di Setiap Wilayah Kota

0
taman_ayodya_jakarta_202311_1jp-20250303060739

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji wacana untuk membuka taman kota selama 24 jam di seluruh wilayah ibu kota. Gagasan ini muncul sebagai respons atas tingginya antusiasme warga terhadap taman-taman yang sebelumnya telah dibuka sepanjang waktu, dan menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa pembukaan taman 24 jam telah diuji coba pada lima taman di Jakarta, dan hasilnya mendapatkan apresiasi besar dari publik.

“Memang ada usulan agar masing-masing kota di Jakarta memiliki taman yang buka 24 jam. Saat ini kami sedang melakukan kajian menyeluruh terkait hal itu,” ujar Pramono seperti yang dilansir Antara, Selasa, (1/7/2025).

Menurut Pramono, Pemprov saat ini juga memanfaatkan Pusat Data dan Informasi Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertahanan (Citata) untuk menilai dampak kebijakan tersebut. Berdasarkan data awal, hampir 99 persen menunjukkan bahwa kebijakan pembukaan taman 24 jam memberikan dampak positif.

Meski begitu, Pramono menyatakan pihaknya tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan final, karena pembukaan taman sepanjang hari tentu memerlukan dukungan keamanan, kebersihan, dan pengawasan sosial yang memadai.

“Kami harus memastikan bahwa taman tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tidak disalahgunakan,” tambahnya.

Lima taman yang telah resmi dibuka selama 24 jam sejak Mei lalu yakni Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, Taman Langsat, Taman Ayodia dan Taman Literasi Martha Tiahahu.

Peresmian secara simbolis dilakukan di Taman Lapangan Banteng, yang saat ini menjadi salah satu ruang terbuka hijau paling populer di Jakarta. Menariknya, meskipun sebelumnya hanya ramai saat akhir pekan, kini taman tersebut juga dipadati pengunjung pada hari kerja.

“Apresiasi publik terhadap taman-taman ini luar biasa. Mereka datang tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk bersantai, belajar, bahkan sekadar menikmati suasana kota,” ungkap Pramono.

Pramono mengungkapkan bahwa inspirasi dari kebijakan ini datang dari pengalamannya mengunjungi kota-kota besar di dunia, salah satunya London, yang memiliki taman-taman publik yang dapat diakses 24 jam.

Namun, ia tidak menutup mata terhadap kekhawatiran sebagian masyarakat bahwa taman yang terbuka sepanjang waktu dapat disalahgunakan untuk aktivitas yang tidak semestinya, termasuk potensi tindakan asusila atau kriminalitas.

“Tantangan seperti ini memang ada. Tapi menurut saya, itu bukan alasan untuk menutup diri dari perubahan. Justru harus dijawab dengan pengawasan dan pengelolaan yang baik,” tegas Pramono.

Ia menambahkan, prinsip dasarnya adalah memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas publik secara bertanggung jawab, sambil pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan dan layanan publik lainnya.

Jika kajian yang sedang berjalan menunjukkan hasil positif dan mendukung dari berbagai aspek, mulai dari keamanan, pemeliharaan, hingga sosial budaya — maka tidak menutup kemungkinan seluruh kota administratif di Jakarta akan memiliki setidaknya satu taman yang beroperasi 24 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *