Menpar Widiyanti Minta Wisatawan Waspadai Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur yang kini berstatus “Awas”, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak, terutama wisatawan dan pelaku industri pariwisata di wilayah terdampak.
Dalam keterangannya, Menteri Widiyanti menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha menjadi prioritas utama dalam menghadapi dampak bencana alam ini. Ia meminta semua pihak untuk mengikuti informasi dan instruksi dari otoritas terkait secara ketat.
“Saya mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku wisata untuk tetap waspada, memantau informasi resmi, dan mematuhi arahan dari lembaga berwenang,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta.
Kementerian Pariwisata saat ini telah memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah setempat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya pemantauan yang ketat terhadap kondisi gunung api serta dampak sebaran abu vulkanik terhadap layanan transportasi dan destinasi wisata.
“Kami bekerja sama secara intensif dengan seluruh stakeholder, termasuk pelaku usaha seperti hotel, pemandu wisata, dan operator perjalanan, agar bisa memberikan respons cepat dan memastikan kenyamanan serta keselamatan wisatawan,” jelas Menpar.

Sebagai langkah konkret di lapangan, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang berada di bawah koordinasi Kemenparekraf telah mengaktifkan Tourist Information Center (TIC) dan membuka saluran komunikasi khusus untuk memberikan informasi langsung kepada wisatawan yang terdampak.
Layanan informasi ini dapat diakses melalui hotline pariwisata BPOLBF di nomor +62 811-3879-4555 yang siap memberikan bantuan seputar perjalanan, kondisi destinasi, dan rekomendasi keselamatan.
“Kami ingin memastikan wisatawan tidak panik, tetap tenang, dan mendapatkan panduan yang jelas. TIC akan memberikan update situasi dan mendampingi wisatawan bila diperlukan,” terang Menpar Widiyanti.
Menteri Widiyanti juga menyerukan agar masyarakat dan wisatawan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif di tengah keadaan darurat yang sedang berlangsung.
“Jangan menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Mari bantu pemerintah menjaga ketertiban dan ketenangan dengan hanya membagikan informasi dari sumber resmi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar wisatawan mempertimbangkan penundaan kunjungan ke destinasi yang berisiko, serta terus memantau perubahan pola penerbangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hingga saat ini, aktivitas erupsi Gunung Lewotobi telah berdampak pada operasional sejumlah bandara di kawasan Flores dan sekitarnya. Bandara di Maumere, Ende, Larantuka, dan Labuan Bajo mengalami gangguan akibat penyebaran abu vulkanik yang membahayakan penerbangan.
“Kami memahami bahwa erupsi ini berdampak langsung terhadap konektivitas wisatawan, khususnya di kawasan Flores Timur, Sikka, Ende, dan Manggarai. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan operator maskapai untuk menyampaikan pembaruan kepada publik secara berkala,” tambah Menpar.

Meski terdampak, Menteri Pariwisata optimistis pariwisata di kawasan Flores akan segera pulih. Ia meyakini semangat gotong royong antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci pemulihan.
“Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kita percaya pariwisata Flores akan bangkit kembali dan tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Indonesia,” pungkas Widiyanti.
