Layanan KA Mulai Pulih Pasca Insiden Argo Bromo Anggrek, KAI Minta Maaf dan Evaluasi Menyeluruh

0
71e891ab6b0a28c0aa684571cf679114

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan perjalanan akibat anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat, pada Jumat (1/8/2025). Insiden yang mengganggu operasional selama lebih dari 19 jam ini berdampak pada pembatalan puluhan perjalanan dan keterlambatan lainnya.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menurunkan lebih dari 200 personel teknis dan manajemen ke lokasi sejak detik pertama kejadian guna melakukan proses evakuasi dan perbaikan infrastruktur.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Upaya terbaik telah kami kerahkan sejak awal agar layanan bisa kembali berjalan secepat mungkin,” ujar Didiek dalam keterangan tertulis.

Setelah kerja keras non-stop, proses evakuasi rangkaian kereta berhasil diselesaikan pada Sabtu pagi (2/8/2025) pukul 07.00 WIB. Sementara itu, perbaikan jalur selesai dilakukan keesokan harinya, Minggu (3/8/2025), dan jalur telah dapat dilalui kembali mulai pukul 10.57 WIB.

Kereta pertama yang melintasi jalur tersebut adalah KA Argo Lawu, meskipun dengan kecepatan terbatas sebesar 60 km/jam sebagai langkah pengamanan dan evaluasi lanjutan. Target KAI adalah secara bertahap mengembalikan kecepatan ke kondisi normal (120 km/jam) setelah serangkaian pengujian teknis.

80 KA Dibatalkan, 42 Dialihkan Jalur

Insiden ini menyebabkan 80 perjalanan KA terpaksa dibatalkan, dan 42 lainnya harus dialihkan ke jalur alternatif melewati Purwokerto – Kroya – Bandung. Namun, menurut Didiek, sistem operasional perlahan mulai menunjukkan tren pemulihan dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 94% per Sabtu siang hingga Minggu.

KAI mencatat bahwa sebanyak 440.581 pelanggan tetap melakukan perjalanan dari total kapasitas 483.296 tempat duduk yang tersedia selama 1–3 Agustus 2025.

Dalam upaya menjaga kepercayaan pelanggan, KAI memberikan pengembalian dana penuh (100%) bagi pelanggan yang membatalkan perjalanannya akibat gangguan ini. Hingga Minggu pagi (3/8/2025) pukul 09.15 WIB, 22.664 tiket telah diproses untuk pembatalan.

Selain refund, KAI juga menyalurkan kompensasi berupa service recovery (SR) untuk pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan, baik di atas kereta maupun saat berada di stasiun.

“Kami memahami dan turut prihatin atas ketidaknyamanan pelanggan, khususnya yang mengalami ketidakpastian waktu keberangkatan, menunggu proses refund, atau keterbatasan layanan SR di beberapa titik,” tambah Didiek.

Investigasi Penyebab Masih Berlangsung

Untuk mengetahui penyebab pasti anjloknya kereta, PT KAI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang saat ini tengah melakukan investigasi di lapangan.

“Keselamatan pelanggan adalah prioritas mutlak kami. Seluruh jajaran direksi juga langsung turun ke lokasi sejak hari pertama, memastikan semua langkah tanggap darurat berjalan cepat dan tepat,” tegas Didiek.

Per Minggu (3/8/2025), dari total 72 perjalanan kereta api dari arah timur menuju Jakarta, sebanyak 65 KA tiba tepat waktu dan hanya 7 KA mengalami keterlambatan. Pembatasan kecepatan operasional masih diterapkan di lokasi insiden sebagai langkah mitigasi sambil terus memantau kondisi infrastruktur pascainsiden.

“Kami terus berupaya memperbaiki semua lini, tidak hanya layanan operasional, tetapi juga sistem penanganan krisis. Ini adalah pelajaran penting bagi kami untuk meningkatkan standar keselamatan dan respons kedaruratan ke depan,” tutup Dirut KAI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *