Kemenhub Bentuk Tim Audit Independen Usai Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek, Evaluasi Sistemik Disiapkan

0
4415a351-8d8a-4776-b0cc-7d293248a43f

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah tegas pascainsiden anjloknya Kereta Api Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat, pada Jumat (1/8/2025). Tidak hanya fokus pada perbaikan fisik dan operasional, pemerintah melalui Kemenhub akan membentuk tim audit independen guna menyelidiki akar penyebab peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, audit ini akan dilakukan secara objektif oleh pihak luar yang memiliki kompetensi tinggi di bidang perkeretaapian. Tujuannya adalah tidak hanya mengungkap faktor penyebab teknis, namun juga mengevaluasi seluruh aspek sistemik — termasuk standar pemeliharaan dan kesiapan prasarana.

“Pemulihan fisik saja tidak cukup. Pemerintah akan memperkuat sistem deteksi dini dan meningkatkan standar pemeliharaan prasarana perkeretaapian,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

Sejak kejadian dilaporkan, Dudy mengatakan bahwa koordinasi intensif antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) langsung dijalankan. Fokus utama adalah evakuasi penumpang dan sarana, pemulihan jalur, dan pengamanan area terdampak. Selama lebih dari 16 jam, tim teknis gabungan bekerja siang malam di lapangan.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim di lapangan yang telah bekerja tanpa henti. Ini adalah bukti bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas kami,” ucap Menhub.

Dudy menambahkan bahwa kejadian ini harus menjadi refleksi serius bagi semua pemangku kepentingan untuk membangun sistem transportasi kereta api yang jauh lebih tangguh ke depan. Menurutnya, budaya keselamatan perlu ditanamkan sebagai nilai inti dalam setiap proses pengoperasian moda transportasi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, menjelaskan bahwa insiden menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan pada infrastruktur. Kedua jalur (hulu dan hilir) sepanjang lebih dari 4 kilometer mengalami kerusakan, mulai dari titik sinyal blok hingga ke area wesel.

“Evakuasi sarana telah selesai dilakukan pada Sabtu (2/8) pukul 07.09 WIB, menggunakan unit crane, kereta penolong, dan dukungan teknis penuh. Kami lakukan evakuasi bertahap sejak Jumat malam dengan memperhatikan keselamatan personel,” jelas Allan.

Setelah sarana berhasil diangkat dari jalur, proses pemulihan langsung dimulai. Tim teknis melakukan pelurusan rel, mengganti stang penggerak, detektor, dan bantalan rel yang rusak.

“Kami bersyukur jalur sudah bisa kembali dilalui oleh kereta api. Namun, untuk sementara waktu kami masih memberlakukan pembatasan kecepatan sebagai bagian dari prosedur keselamatan,” tambahnya.

Langkah pembentukan audit independen oleh Kemenhub menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin melakukan pembenahan struktural dan menyeluruh, bukan sekadar penanganan insiden sesaat. Audit ini juga diharapkan bisa mendorong peningkatan kualitas sistem pemeliharaan, serta efektivitas deteksi dini gangguan pada jalur dan armada kereta.

“Kami tidak hanya ingin memperbaiki yang rusak, tetapi memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang. Ini adalah titik balik untuk transformasi sistem keselamatan transportasi kita,” tegas Menhub Dudy.

Pemerintah juga berencana mengintegrasikan hasil audit ini ke dalam kebijakan jangka panjang perkeretaapian nasional, termasuk menyusun ulang SOP pemeliharaan dan sistem manajemen risiko.

Kemenhub memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap menempatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama. Selain mengawasi jalannya proses teknis di lapangan, Kemenhub juga berkoordinasi dengan KAI untuk memastikan pemulihan layanan berjalan lancar dan prosedur kompensasi dijalankan sebagaimana mestinya.

“Setiap kejadian darurat harus menjadi momentum introspeksi. Kita ingin menjadikan sistem transportasi kita tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh dan adaptif,” pungkas Menhub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *