Di Hadapan Buruh, Presiden Prabowo Bersumpah: Tak Gentar Bela Rakyat

0
Screenshot_1-5-2026_145710_presidenri.go.id

Presiden Prabowo Subianto sampaikan pidato di Hari Buruh Internasional yang dipusatkan di Monas (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, (1/5/2026). Sejak subuh, kawasan Monas telah dipadati oleh 400 ribu buruh dari berbagai daerah yang datang untuk menyuarakan aspirasi, sekaligus merayakan momentum solidaritas buruh.

Kepala Negara yang tiba melalui pintu barat daya Monas langsung disambut riuh oleh para buruh yang memadati kawasan tersebut. Sorak sorai, tepuk tangan, serta kibaran bendera serikat pekerja menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan harapan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir bersama di hari buruh internasional. “Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Saya ucapkan terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir hari ini bersama saudara-saudara sekalian. Ini kehormatan bagi saya,” ucap Presiden.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, nelayan, dan pekerja, menurut Presiden menjadi salah satu fondasi dalam kepemimpinannya. Presiden pun menyampaikan komitmennya untuk terus mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat.

“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberpihakan kepada rakyat merupakan tanggung jawab utama pemerintah yang dipimpinnya. Presiden Prabowo memastikan bahwa seluruh jajaran pemerintah memiliki tekad yang sama untuk tidak ragu dalam membela kepentingan rakyat Indonesia.

“Itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

PSalah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada pekerja yakni disahkannya Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (Undang-undang PPRT)
“Hari ini saya bisa melaporkan kepada saudara-saudara bahwa kita telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kalau tidak salah Ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun. Bahkan selama republik berdiri belum pernah ada undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” ujar Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa selama ini pekerja rumah tangga kerap berada dalam kondisi yang belum memiliki kepastian perlindungan, termasuk dalam hal upah dan hak-hak dasar lainnya. Oleh karena itu, pengesahan undang-undang ini menjadi langkah penting untuk memastikan adanya perlindungan hukum yang jelas dan adil bagi para pekerja rumah tangga di seluruh Indonesia.

“Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga belum pernah ada. Selama ini, pekerja-pekerja rumah tangga, entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI, kita sahkan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” imbuh Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni para ketua lembaga negara, para menteri kabinet merah putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para pimpinan organisasi serikat pekerja.

tolong jadikan berita dengan narasi berbeda tetapi sesuai dan lengkap, kutipan dipakai dan kasih 12 judul yang mengejutkan dan tertarik untuk baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *