Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Capai 5,1 Persen pada 2026, Berikut Penilaian IMF

0
65a1e467-ee65-4802-a47f-3c797269038e

Ilustrasi IMF proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada tahun 2026 (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, perekonomian Indonesia dinilai tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat inflasi yang terkendali dan sektor keuangan yang resilien sebagai kekuatan utama ekonomi nasional.

Pandangan tersebut disampaikan IMF dalam laporan Article IV Consultation 2025 yang dipublikasikan pada 21 Januari 2026. IMF menilai stabilitas makroekonomi Indonesia terjaga berkat kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati serta reformasi struktural yang berkelanjutan.

Capaian ini dinilai sebagai hasil dari kerangka kebijakan yang kredibel, kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal dan moneter, serta komitmen berkelanjutan terhadap pertumbuhan inklusif dan pembangunan jangka panjang.

Dalam laporannya, Dewan Direktur IMF memberikan sejumlah catatan positif atas kebijakan yang telah ditempuh otoritas Indonesia. IMF menilai keberhasilan Indonesia dalam menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus mencatat bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter hingga 2025 dapat dimanfaatkan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

IMF juga mengapresiasi kemajuan pendalaman pasar keuangan nasional serta meningkatnya efektivitas transmisi kebijakan moneter. Dari sisi stabilitas sistem keuangan, IMF menilai sektor keuangan Indonesia tetap kuat, didukung oleh penguatan regulasi, pengawasan yang solid, serta pengembangan sektor keuangan yang berkelanjutan.

Di bidang fiskal, IMF menekankan konsistensi pemerintah dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dan berlandaskan aturan fiskal yang kredibel. Selain itu, agenda reformasi struktural yang terus didorong dinilai sejalan dengan upaya Indonesia mencapai status negara berpendapatan tinggi pada 2045.

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di level 5,0 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026. Meski demikian, IMF mengingatkan adanya sejumlah risiko global yang perlu diantisipasi, seperti ketegangan perdagangan internasional, ketidakpastian ekonomi global, serta volatilitas pasar keuangan dunia.

Sejalan dengan itu, IMF merekomendasikan agar kebijakan moneter dan nilai tukar tetap berbasis data, normalisasi kebijakan makroprudensial dilakukan secara bertahap seiring pemulihan kredit, serta percepatan reformasi struktural guna memperkuat tata kelola, integrasi perdagangan, dan iklim investasi.

Penilaian positif IMF tersebut sejalan dengan pandangan Bank Indonesia. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas terkait, menjaga stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan, serta mendorong reformasi struktural sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *