Perkuat Silaturahmi, Bupati Luwu Jamui Para Raja dan Sultan
Para Raja Sultan hadir di perjamuan (Sumber Foto: Nana Taryana)
El John News, Sulawesi Selatan – Suasana hangat dan penuh keakraban terjadi di rumah Jabatan Bupati Luwu di Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kamis (22/1/2026). Pasalnya, Bupati Luwu H. Patahudding, didampingi Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menggelar jamuan makan siang kehormatan bagi Yang Mulia Sri Paduka Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, serta para raja dan sultan se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FKSN).
Sebelum jamuan makan siang dimulai, Paduka Datu Luwu Andi Maradang Mackulau selaku pengurus FSKN, menyematkan pin khusus FSKN kepada Bupati Luwu H. Patahudding sebagai tanda bahwa ia resmi menjadi bagian dari keluarga besar FSKN. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari Ketua Umum FSKN.
Jamuan makan siang ini menjadi simbol pertautan antara pemerintahan modern dan kearifan tradisi, menegaskan Luwu sebagai tanah yang terus melangkah maju tanpa melepaskan akar sejarah dan budayanya.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang perjumpaan budaya dan silaturahmi nasional, yang mempertemukan pemimpin pemerintahan dengan para pemangku adat dan tradisi Nusantara.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu H. Patahudding menyampaikan rasa hormat, kebahagiaan, dan terima kasih atas kehadiran para tamu agung di Bumi Sawerigading.
“Kabupaten Luwu adalah daerah yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Sulawesi. Dari sinilah kemudian lahir daerah otonom lain di Tana Luwu, yakni Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur,” ujar Patahudding.
Ia menegaskan, adat dan budaya bagi masyarakat Luwu bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi penuntun hidup hari ini dan masa depan. Nilai-nilai kearifan lokal terus dijaga dan dihormati sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Adapun Luwu memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, mulai dari sektor pertanian dengan komoditas unggulan padi, kakao, dan kelapa. Selain itu, juga terdapat Perkebunan, peternakan, pertambangan emas, laena, pasir besi, serta rumput laut yang mana pada tahun 2024 mencapai produksi 312.971 ton.
Meski begitu, Patahudding menyebutkan bahwa kekuatan terbesar Luwu bukan hanya sumber daya alamnya, tetapi ada di tangan masyarakat.
“Kekuatan terbesar Luwu adalah masyarakatnya. Masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge—saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan. Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar kami membangun daerah dan menjaga keharmonisan antara pemerintah, adat, dan masyarakat,” pungkas Patahudding.

Ia berharap jamuan makan siang ini menjadi ruang dialog, ruang kebersamaan, dan ruang penguatan ikatan kebangsaan, khususnya antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan para raja serta sultan Nusantara, demi menjaga warisan budaya tanpa meninggalkan arah pembangunan.
Sementara itu, Ketua Umum FSKN, Yang Mulia Brigjen Pol (Purn) DR. Dr. A. A. Mapparessa, MM, M.Si, Karaeng Turikale VIII, menyampaikan apresiasi tinggi atas jamuan yang diberikan Pemkab Luwu.
“Jamuan makan siang ini adalah sebuah kehormatan dan cerminan rasa kekeluargaan. Sangat luar biasa, terutama sajian menu lokalnya. Buah durian dan kelengkeng yang disajikan menunjukkan betapa kayanya Kabupaten Luwu dengan hasil bumi,” kata YM. Mapparessa.
Deretan Raja dan Sultan Nusantara Hadir
Selain YM Datu Luwu XL, acara ini turut dihadiri sejumlah raja dan sultan Nusantara, di antaranya:
- Sultan Buton YM Drs. H. Laode Muhamad Kariu
- YM Salayar Akbar Puspanegara, SE, Akt (PYM Sultan Jaya Kusuma)
- Sultan Sekala Bekhak ke-XX
- Sultan Kota Pinang YM Tuanku Irvan Bahram, MA
- Kesultanan Sumbawa YM Sarojini Naidu
- Addatuang Sawitto YM Dr. Andi Bau Sariwegading
- Addatuang Sidenreng ke-25 YM Ir. Hj. Andi Roldah Patiroi, M.Si
- Karaeng Marusu XXX Drs. Andi Abdul Waris Tajuddin, SS, M.Pd
- Raja Kulisusu YM La Ode Ahlul Musafi, SP
- Raja Tiworo XXIX YM La Ode Sole Mangkauwany
- Karaeng Sanrobone XXXIII YM Mustopa Mansyur
- Utusan Kerajaan Loloda (Maluku Utara)
- Kesultanan Sambaliung (Kaltim) YM Datu Edi
- Keraton Kasepuhan Cirebon YM Jazuli
- serta para raja, sultan dan tokoh adat lainnya dari berbagai daerah.
