Datu Luwu Resmi Buka Pameran Bassi Luwu dan Pasar Rakyat
Pengguntingan pita di pameran Bassi Luwu dan Pasar Rakyat. (Sumber: Nana Taryana)
El John News, Sulawesi Selatan – Dalam rangka peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HJL-HPRL) 2026, YM Paduka Sri Tuanku Datu Luwu H. Andi Maradang Mackulau, SH secara resmi membuka pameran Bassi Luwu dan Pasar Rakyat di kawasan Istana Kedatuan Luwu, Rabu sore (21/1/2026).
Pameran UMKM pada tahun ini diikuti oleh 30 stan yang menampilkan beragam produk unggulan lokal, mulai dari kuliner, kriya, hingga produk kreatif berbasis budaya.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita, lalu mengunjungi satu per satu stan di pameran tersebut, mulai dari Stan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Pemerintah Kota Palopo, Stan KKLR–Unanda, hingga deretan stan pelaku UMKM lokal. Adapun salah satu yang menarik perhatian adalah Stan Batik “Patikala”, yang menampilkan produk batik khas daerah.

Rombongan juga singgah di Stan Kopi Jenderal yang menyajikan beragam cita rasa kopi khas Latimojong. Di stan milik Brigadir Jenderal (Purn) Muslimin Akib tersebut, Datu Luwu bersama rombongan, termasuk Makole Baebunta, tampak duduk santai menikmati sajian kopi selama beberapa menit, menciptakan suasana akrab dan penuh kehangatan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Palopo, Hj. Nurleli Kaso, mengatakan bahwa pameran UMKM se-Tana Luwu merupakan agenda rutin tahunan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu.
“Kegiatan ini kami harapkan terus dilaksanakan setiap tahun. Respon masyarakat sangat baik, apalagi dengan hadirnya produk unggulan seperti durian. Durian Palopo memiliki aroma yang luar biasa dan selalu menjadi daya tarik tersendiri,” ucap Nurleli Kaso.


Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), YM Brigjen Pol (Purn) DR. Dr. A. A. Mapparessa, MM, M.Si, Karaeng Turikale VIII, menegaskan komitmen FSKN dalam mendukung pertumbuhan UMKM di lingkungan kerajaan dan kesultanan Nusantara.
“FSKN terdiri dari berbagai kerajaan dan kesultanan. Kami berperan sebagai pembina atau orang tua angkat UMKM di lingkungan masing-masing. Kita dorong dan motivasi agar UMKM tumbuh, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya dan taraf hidup semakin meningkat,” kata YM Mapparessa.
Sementara itu, YM Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, menegaskan bahwa Kedatuan Luwu memiliki peran memayungi seluruh kepentingan masyarakat di Tana Luwu, termasuk di bidang ekonomi dan sosial.
“Kedatuan siap menampung aspirasi UMKM di lingkungan kami. Tantangan kita di Tana Luwu selama ini adalah masih sangat konvensional, baik di sektor pertanian maupun perkebunan seperti padi dan kopi. Ke depan, semua harus berubah. Kita harus mulai menggunakan tenaga ahli dan pendekatan yang lebih modern,” ujar YM Andi.
Pameran UMKM dan Pasar Rakyat ini diharapkan menjadi ruang promosi, edukasi dan transformasi ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan pelaku usaha lokal di Tana Luwu.
