72 Persen Pemudik Belum Tinggakan Jakarta, Puncak Mudik Diprediksi Besok
Ilustrasi ribuan kendaraan tinggalkan Jakarta (Foto: Generated AI)
El John News, Jakarta-Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkapkan bahwa arus mudik Lebaran 2026 belum mencapai puncaknya. Hingga H-5 Idulfitri, sebagian besar masyarakat masih belum meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, dari total proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan yang akan keluar dari wilayah Jakarta, baru sekitar 28 persen yang telah melakukan perjalanan.
“Proyeksi 3,5 juta kendaraan yang meninggalkan ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga ke Cikupa, Banten dan Sumatera, sampai sekarang 28 persen yang sudah meninggalkan Jakarta. Oleh sebab itu kami masih mengelola kurang lebih 72 persen lagi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Menurut Agus, kondisi ini menunjukkan bahwa gelombang utama arus mudik masih akan terjadi dalam waktu dekat. Ia menyebut peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat di lapangan.
Korlantas memperkirakan puncak arus mudik kedua akan terjadi pada Rabu (18/3/2026). Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way secara nasional.
“Puncak arus mudik yang akan diperkirakan adalah tanggal 18. Jadi tanggal 18 itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan One Way Nasional arus mudik”
Selain itu, berbagai langkah antisipasi lain juga telah disiapkan guna mengurai kepadatan, termasuk pemanfaatan sejumlah ruas tol fungsional di berbagai daerah.
“Ada pengalihan tol fungsional di Japek Selatan. Nanti ini sangat strategis untuk memecah pada saat arus balik, jadi Sadang sampai ke Deltamas sampai Setu ini bisa digunakan. Termasuk di Bocimi, Parungkuda sampai Karangtengah sehingga nanti yang harusnya jalan arteri Cibadak ini nanti bisa terurai,” jelasnya.
Tidak hanya di wilayah Jabodetabek, pengoperasian tol fungsional juga dilakukan di sejumlah daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Termasuk juga yang ada di Solo-Jogja, yang dari Probolinggo ke Besuki sampai Paiton, termasuk dari Semarang-Bawen sampai Ambarawa sudah difungsionalkan,” imbuh Agus.
Dengan berbagai strategi tersebut, Korlantas berharap distribusi arus kendaraan pemudik dapat lebih merata sehingga kepadatan ekstrem dapat dihindari saat puncak mudik berlangsung.
