Menteri Abdul Mu’ti: Hardiknas Momentum Perkuat Spirit Pendidikan Nasional

-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sedabf menyampaikan kata sambutan (Foto: Humas Kemendikdasmen)
El John News, Jakarta-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan momentum penting untuk merefleksikan sekaligus menguatkan kembali arah pendidikan nasional.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” ujar Abdul Mu’ti dalam pidato resminya.
Ia menekankan bahwa pendidikan sejatinya merupakan proses yang dilandasi ketulusan dan kasih sayang. “Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” tegasnya.
Mengacu pada pemikiran Ki Hajar Dewantara, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendidikan harus berlandaskan nilai “asah, asih, dan asuh”. Menurutnya, inti dari proses pendidikan adalah memuliakan manusia dan mengembangkan potensi fitrah setiap individu.
“Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa. “Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa,” ujarnya.
Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menempatkan pendidikan sebagai kunci dalam membangun sumber daya manusia unggul. “Pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh,” kata Abdul Mu’ti.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ia mengutip sebuah adagium yang menegaskan pentingnya pembenahan pendidikan dari akar. “Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” tuturnya.
Dalam implementasinya, pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya lingkungan belajar yang memadai. “Lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar,” jelasnya.
Peran guru juga menjadi perhatian utama pemerintah. “Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban,” tegasnya. Untuk itu, pemerintah memberikan beasiswa, pelatihan, serta peningkatan kesejahteraan bagi para guru.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. “Sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati,” ungkapnya.
Upaya peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Di sisi lain, akses pendidikan terus diperluas agar seluruh anak Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan tanpa hambatan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Abdul Mu’ti berharap pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
