Trump Ultimatum Iran: Setuju Damai atau Dibom Lebih Besar

Presiden AS Donald Trum sedang menyampaikan keterangan pers di ruang kerjanya (Foto: tangkapan layar Youtubne The White House)
El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah memanasnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengultimatum Iran agar menyetujui kesepakatan perdamaian, jika tidak ingin menghadapi serangan militer dengan intensitas yang lebih besar.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi militer yang ia sebut sebagai “Epic Fury” akan dihentikan apabila Iran bersedia menjalankan kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya. Ia juga menyinggung pembukaan kembali Selat Hormuz bagi seluruh pihak, termasuk Iran, apabila kesepakatan tersebut tercapai.
“Dengan asumsi Iran setuju untuk menjalankan apa yang telah disepakati, yang mungkin saja merupakan asumsi besar, maka operasi Epic Fury yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA PIHAK, termasuk Iran,” tulis Trump.
Namun Trump juga menyampaikan ancaman terbuka apabila Iran menolak kesepakatan tersebut. Menurutnya, aksi militer dengan skala yang lebih besar akan dilakukan jika Iran tidak memenuhi tuntutan yang diajukan Amerika Serikat.
“Jika mereka tidak setuju, maka pemboman akan dimulai, dan sayangnya akan dilakukan dengan tingkat serta intensitas yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya,” lanjut Trump.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Kawasan itu selama ini menjadi titik strategis pengiriman minyak global dan kerap menjadi pusat ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat.
Ancaman terbaru Trump dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama jika negosiasi antara kedua pihak tidak mencapai titik temu. Sejumlah pengamat menilai pernyataan terbuka seperti itu dapat memperburuk situasi keamanan regional dan memicu ketidakstabilan pasar energi dunia.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait ultimatum yang disampaikan Trump melalui media sosial tersebut. Namun ketegangan antara Washington dan Teheran terus menjadi perhatian dunia internasional mengingat dampaknya terhadap stabilitas geopolitik global.
