Iran Tetap Main di Piala Dunia 2026, Tapi Ajukan 10 Syarat Keras

0
9f239fca-92a5-4327-b2f9-bdb1fe31ade9

Pemain Iran dan pemain Korea Selatan sedang berduet di laga Piala Asia (Foto; Instagram Federasi Sepkbola Iran)

El John News-Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memastikan Tim Nasional Iran tetap akan tampil di ajang 2026 FIFA World Cup meski tensi politik antara Iran dan negara-negara Barat terus meningkat. Namun, kepastian keikutsertaan Team Melli disertai sederet tuntutan yang harus dipenuhi oleh tiga negara tuan rumah yakni United States, Canada, dan Mexico.

Dalam pernyataan resminya, FFIRI menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dari turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut, tetapi meminta adanya penghormatan terhadap prinsip, budaya, dan kepentingan nasional mereka selama kompetisi berlangsung.

“Kami pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, tetapi tuan rumah harus mempertimbangkan kekhawatiran kami. Kami akan berpartisipasi tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan pendirian kami,” tulis FFIRI.

Sikap tegas Iran muncul setelah insiden penolakan masuk terhadap Ketua Federasi Iran oleh otoritas Kanada menjelang Kongres FIFA beberapa waktu lalu. Penolakan itu dikaitkan dengan dugaan hubungan pejabat tersebut dengan Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, kemudian membeberkan sejumlah syarat yang diminta Iran kepada tuan rumah demi menjamin kenyamanan dan keamanan skuad Team Melli selama turnamen berlangsung.

Salah satu tuntutan utama adalah jaminan penerbitan visa bagi seluruh pemain dan staf, termasuk mereka yang pernah menjalani wajib militer di IRGC seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi.

“Semua pemain dan staf teknis, terutama mereka yang telah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Iran seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi, harus diberikan visa tanpa masalah,” ujar Mehdi Taj.

Selain persoalan visa, Iran juga meminta adanya perlakuan setara selama turnamen berlangsung, termasuk penghormatan terhadap simbol negara seperti pengibaran bendera dan pemutaran lagu kebangsaan Iran di stadion.

FFIRI turut meminta pengamanan ekstra ketat bagi delegasi Iran mulai dari bandara, hotel, hingga perjalanan menuju stadion pertandingan. Federasi menegaskan tidak boleh ada tekanan politik yang menghalangi hak Iran untuk tampil di Piala Dunia.

“Tidak ada kekuatan eksternal yang dapat menghalangi partisipasi Iran dalam piala yang telah mereka ikuti dengan layak,” tegas FFIRI.

Situasi Iran menuju Piala Dunia 2026 sempat dipenuhi ketidakpastian menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, terutama setelah memanasnya hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan para pemain Iran pada prinsipnya tetap dapat tampil di turnamen tersebut. Namun, Washington tetap membuka kemungkinan pembatasan terhadap individu yang dianggap memiliki hubungan kuat dengan IRGC.

Di tengah polemik tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Iran tetap akan memainkan pertandingan mereka di Amerika Serikat sesuai jadwal resmi turnamen.

Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak mempermasalahkan kehadiran skuad Iran di negaranya selama pelaksanaan Piala Dunia.

“Kalau Gianni bilang begitu, saya tidak masalah,” ujar Trump di Gedung Putih.

Pada putaran final Piala Dunia 2026 nanti, Iran tergabung di Grup G bersama New Zealand, Belgium, dan Egypt. Tim asuhan Amir Ghalenoei itu dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, sebelum menjalani laga perdana melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *