Trump Ancam Oman Jika Bantu Iran Kuasai Selat Hormuz

0
Untitled

Presiden AS Donald Trump sedang diwawancarai sejumlah awak media di sela-sela sidang kabinet di Gedung Putih (Foto: tangkapan layar Youtube The White House)

El John News-Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman terkait potensi kerja sama negara itu dengan Iran dalam penguasaan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat rapat kabinet di Washington, Rabu (26/5/2026), ketika ia ditanya wartawan mengenai kemungkinan Oman membantu Iran memperkuat kendali di jalur strategis tersebut. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan siapa pun menguasai Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran internasional penting bagi distribusi energi dunia.

“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja,” kata Trump.

Ucapan kontroversial itu langsung menjadi sorotan karena Oman selama ini dikenal sebagai negara netral di kawasan Teluk dan memiliki hubungan diplomatik baik dengan Washington maupun Teheran. Hingga kini, pemerintah Oman juga belum pernah menyatakan dukungan terhadap upaya Iran mengendalikan Selat Hormuz.

Amerika Serikat dan Oman sendiri memiliki hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari dua abad. Kedua negara menjalin kerja sama di berbagai bidang, mulai dari keamanan, perdagangan bebas, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Oman bahkan kerap memainkan peran penting sebagai mediator antara AS dan Iran, terutama dalam upaya meredakan konflik yang memanas setelah pecahnya perang pada 28 Februari lalu saat AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas sejak 13 April ketika Angkatan Laut Amerika Serikat mulai melakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi selat tersebut. Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran tetap diperbolehkan melintas selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran.

Di sisi lain, Iran memang belum secara resmi menerapkan kebijakan pungutan bagi kapal asing, namun wacana tersebut disebut sedang dibahas oleh otoritas setempat.

Awal Mei lalu, Trump sempat meluncurkan “Project Freedom”, sebuah program yang diklaim bertujuan membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz agar dapat keluar dengan aman. Namun, hanya sehari setelah diumumkan, operasi tersebut dihentikan sementara untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Sementara itu, pada Selasa lalu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah laporan yang menyebut pihaknya kembali melakukan pengawalan kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.

Pernyataan Trump terhadap Oman dinilai berpotensi memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Teluk, mengingat Oman selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang menjaga stabilitas hubungan diplomatik di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *