Kemhan Jelaskan Tujuan Latsarmil bagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih

0
IMG-20260627-WA0061

Kemhan gelar jumpa pers tentang perkembangan pelatihan bagi calon manajer Koperasi Merah Putih (Foto: Humas Kemhan)

El John News, Jakarta-Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak dimaksudkan untuk membentuk prajurit. Program tersebut dirancang sebagai pembinaan karakter guna mencetak pemimpin yang berintegritas, disiplin, dan profesional dalam mengelola koperasi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan bahwa para calon pengelola koperasi akan mengemban tanggung jawab besar karena mengelola perputaran dana masyarakat. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan kemampuan kepemimpinan, integritas, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Ketut saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ketut, keberhasilan Program Koperasi Merah Putih tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran maupun kebijakan pemerintah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Pengurus koperasi yang memiliki karakter kuat dan kepemimpinan yang baik diyakini mampu menjalankan organisasi secara profesional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ekonomi rakyat yang kuat merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, pembentukan calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi bagian penting,” ujarnya.

Ketut menambahkan bahwa pelatihan fisik maupun kegiatan semi-militer yang diberikan selama latsarmil bukan ditujukan untuk melatih kemampuan tempur. Seluruh materi dirancang untuk membangun mental, meningkatkan daya tahan, memperkuat kerja sama tim, serta melatih peserta mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan.

“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” katanya.

Di sisi lain, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latsarmil setelah adanya peserta yang meninggal dunia selama mengikuti program tersebut. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan peserta tanpa mengurangi tujuan utama pelatihan dalam membentuk karakter serta kepemimpinan calon pengelola koperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *