Kemhan Evaluasi Total Program SPPI Usai Lima Peserta Meninggal Dunia

0
IMG-20260627-WA0065-768x512

Kemhan gelar jumpa pers terkait pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). (Foto: Humas Kemhan)

El John News, Jakarta-Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyusul meninggalnya lima peserta saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial. Pembenahan difokuskan pada aspek kesehatan peserta, penguatan pengawasan medis, serta penyesuaian pola pelatihan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menempatkan keselamatan peserta sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan program.

“Atas arahan Menteri Pertahanan, penguatan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai dengan kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan,” kata Ketut dalam jumpa pers di Jakarta, belum lama ini.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Kemhan juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan sistem layanan medis selama pendidikan berlangsung. Kerja sama tersebut mencakup pencegahan penyakit, deteksi dini, hingga penanganan gangguan kesehatan yang berpotensi dialami peserta selama mengikuti pelatihan.

“Selain itu, Kementerian Pertahanan juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memperoleh asistensi medis, khususnya dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit paru serta penyakit menular di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan evaluasi dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama Program SPPI sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kompetensi generasi muda. Namun, seluruh proses pendidikan akan dijalankan dengan standar keselamatan dan pelayanan kesehatan yang lebih ketat.

Lima peserta yang meninggal dunia dalam pelaksanaan program tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Anisa Muyassaroh dari Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dari Satdik Yon Para Raider 465, serta Nola Dya Sari dari Satdik C Kalimantan. Kelima peserta dilaporkan meninggal secara bertahap setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Ketut menjelaskan bahwa setiap peserta yang mengikuti Program SPPI sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sesuai prosedur. Pemeriksaan tersebut meliputi tes laboratorium darah dan urine, tes kehamilan, foto rontgen thoraks, elektrokardiogram (EKG), USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tersebut, seluruh peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan dan layak mengikuti latihan dasar kemiliteran. Meski demikian, Kemhan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program agar sistem pengawasan kesehatan peserta semakin optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *