Iqbal Syammarry Kenakan Artwear Reog Ponorogo di Solo Batik Carnival 2026
El John News, Jakarta – Duta Kesehatan Indonesia 2024, Iqbal Syammarry, turut ambil bagian dalam kemeriahan Solo Batik Carnival (SBC) 2026 yang digelar pada Sabtu (11/7/2026).
Parade Solo Batik Carnival 2026 dimulai dari Stadion Sriwedari dan berakhir di Balai Kota Surakarta. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute untuk menyaksikan deretan kostum spektakuler yang memadukan unsur seni, budaya, dan kreativitas para desainer Tanah Air.
Bagi Iqbal, keikutsertaannya dalam festival budaya bergengsi ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk ikut mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari Solo Batik Carnival. Acara ini menjadi wadah luar biasa untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui karya seni dan fashion. Bagi saya, ini bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.

Putra binaan Yayasan El John Indonesia ini dipercaya mengenakan kostum Artwear Reog Ponorogo rancangan CEO Solo Batik Carnival, Ade Sugriwa, yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui sentuhan fashion art modern.
Menurutnya, kostum tersebut tidak sekadar menghadirkan visual yang megah, tetapi juga sarat akan makna filosofis. Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang melambangkan keberanian, kekuatan, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah.
Ia menjelaskan, kepala harimau pada kostum menjadi simbol keberanian, sedangkan ornamen menyerupai bulu merak menggambarkan keagungan, keindahan, serta kewibawaan. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki karakter yang kuat sekaligus penuh dengan nilai luhur.
Keunikan kostum Artwear Reog Ponorogo juga terletak pada konsep artwear, yakni mengadaptasi elemen-elemen khas Reog menjadi busana yang lebih fleksibel untuk dikenakan dalam parade, tetapi tetap mempertahankan ikon utama seperti kepala Singo Barong, mahkota bernuansa bulu merak, serta ornamen etnik yang memperkuat identitas budaya Nusantara.

Sebelum tampil, Iqbal melakukan berbagai persiapan agar dapat menampilkan performa terbaik. Mulai dari menjaga kondisi fisik hingga mendalami karakter yang ingin ditampilkan saat mengenakan Artwear Reog Ponorogo.
“Tantangan utamanya adalah menyesuaikan gerakan dengan kostum dan ornamen yang cukup banyak agar tetap nyaman selama parade berlangsung,” ungkapnya.
Iqbal mengikuti Solo Batik Carnival 2026 tidak hanya sekadar mengenakan kostum, tetapi juga turut menjaga eksistensi budaya Indonesia melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Saya percaya budaya akan tetap hidup jika ada generasi muda mau mengenakannya, menceritakannya, dan membanggakannya. Itulah alasan saya mengikuti Solo Batik Carnival 2026. Saya ingin ikut menjadi bagian dari generasi yang memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara yang kreatif dan relevan,” katanya.

Ia berharap, Solo Batik Carnival dapat terus berkembang sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang dikenal hingga tingkat internasional. Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga wadah kolaborasi bagi para seniman, desainer, dan generasi muda untuk terus melahirkan karya-karya kreatif yang mengangkat budaya Nusantara.
“Semoga Solo Batik Carnival terus menjadi ikon budaya Indonesia yang semakin dikenal di tingkat internasional. Saya juga berharap festival ini terus melahirkan karya-karya kreatif, menjadi ruang kolaborasi bagi para seniman dan desainer, serta menginspirasi generasi muda untuk semakin bangga mengenal dan melestarikan budaya Indonesia,” pungkasnya.