Skytrax Berikan Sertifikat Kepada Dua Bandara Internasional Di Indonesia

0
skytr_1000

Bandara Internasional di Indonesia di tahun ini kembali meraih sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax atas pelayanan yang baik kepada para penumpang pesawat dan pengunjung bandara. Bandara yang meraih sertifikat tersebut adalah Bandara Internasional Kuala Namu dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Untuk Bandara Kualanamu meraih sertifikat bintang 4, Sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih Bintang 3 dari Skytrax. Kedua sertifikasi tersebut dinilai berdasarkan Airline Quality Ranking yang dilakukan oleh Skytrax.

Penilaian Airline Quality Ranking tersebut dilakukan melalui kemampuan bandara dalam memberikan pelayanan terbaik pada produk yang berhubungan langsung dengan konsumen atau penumpang pesawat, termasuk juga layanan dari para staf frontliners di terminal.

Contoh produk yang berhubungan langsung dengan konsumen antara lain adalah pelayanan di area keberangkatan, kedatangan, dan transit. Pelayanan dimaksud adalah terkait fasilitas bandara,customer services, keamanan, imigrasi, dan area komersial termasuk pula tenant makanan  & minuman.

“Bandara Internasional Kualanamu merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang mampu meraih sertifikasi Bintang 4, di mana artinya bandara ini adalah yang terbaik di Indonesia. Sertifikasi ini juga merupakan apreasiasi bagi AP II selaku operator bandara sehingga semakin memacu kami agar selalu memberikan standar pelayanan tertinggi bagi penumpang pesawat di Indonesia. Seperti kita ketahui, Skytrax adalah lembaga independen yang diakui oleh indutri transportasi udara global.” Ungkap President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

“Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini tengah memacu pengembangan guna meningkatkan standar pelayanan di mana sebagian hasil dari pengembangan tersebut sudah dapat dirasakan sehingga bandara ini juga berhasil meraih penghargaan The World Most Improved Airport 2017 juga dari Skytrax. AP II saat ini tengah mengembangkan seluruh bandara yang dikelola terutama dalam infrastruktur digital guna menjadikan bandara beropasi secara efektif dan efisien, di samping juga semakin meningkatkan standar pelayanan kepada seluruh penumpang pesawat dan pengunjung bandara. Pada akhirnya, pengembangan itu diharapkan membawa bandara-bandara AP II membawa sektor transportasi udara di Indonesia ke tingkatan yang lebih tinggi lagi dari saat ini,” tambah Muhammad Awaluddin.

Meraih sertifikasi Bintang 4 merupakan pengakuan bahwa Kualanamau sejajar dengan bandara-bandara di dunia lainnya yang mendapat sertifikat bintang 4 juga seperti Abu Dhabi International Airport, Barcelona El Prat Airport, Frankfurt Airport, dan London Heathrow Airport.

Bandara Internasional Kualanamu memberikan pelayanan yang berasal dari 12 maskapai termasuk penerbangan internasional ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Arab Saudi.

Bandara Internasional Kualanamu sendiri diresmikan pada 27 Maret 2014, yang termasuk bandara yang lengkap dengan di fasilitasi secara mutakhir seperti penanganan bagasi dilakukan dengan integrated baggage handling screening system (IBHSS) yang memiliki tingkat pendeteksi keamanan tertinggi.

Peakaian IBHSS memungkinkan bandara ini mampu menerapkan sistem terbuka untuk pendaftaran penumpang atau check-in seperti antara lain Bandara Internasional Changi di Singapura.

Bandara Internasional Kualanamu juga menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jaringan kereta guna memberikan alternatif moda transportasi bagi pengunjung atau penumpang pesawat. Untuk ke depannya, target kedua badara tersebut untuk mendapatkan sertifikasi Bintang 5 atau peringkat tertinggi versi Sytrax.

“Bandara Internasional Kualanamu dan Soekarno-Hatta kami targetkan dapat meraih sertifikasi Bintang 5 dari Skytrax seiring dengan pengembangan di dua bandara tersebut,” kata Muhammad Awaluddin.

Nantinya pengembangan akan segera berlangsung di Kualanamu seperi pendirian hotel bintang 3 di lantai mezzanine terminal penumpang pesawat serta pembangunan cargo village.

Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah secepatnya akan segera dilengkapi transportasi publik kereta api untuk kemudahan akses dari pusat kota Jakarta menuju bandara dan sebaliknya.

“Selain kereta api untuk transportasi publik, AP II juga tengah menyiapkan operasional Skytrain yakni moda kereta tanpa awak yang menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan stasiun kereta sehingga memudahkan penumpang untuk berpindah terminal. Di samping itu, untuk kemudahan penumpang pesawat maka akan dibangun sebanyak 3 hotel, yakni 2 hotel di Terminal 3 dan 1 hotal di kawasan bandara,” pungkas Muhammad Awaluddin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *